Eskalasi Perang Besar, Militer Israel akan Duduki Kota Gaza, Inggris Murka
Jum'at, 08 Agustus 2025 - 17:30 WIB
loading...
A
A
A
Pada hari Kamis, menjelang rapat kabinet keamanan, Netanyahu mengatakan Israel akan "mengambil alih kendali seluruh Gaza".
Dalam wawancara televisi dengan outlet AS, Fox News, Netanyahu juga mengatakan Israel tidak ingin menjadi "badan pemerintahan" di Gaza dan akan menyerahkan tanggung jawab kepada pihak ketiga yang tidak disebutkan namanya.
"Kami tidak ingin mempertahankannya. Kami ingin memiliki perimeter keamanan. Kami tidak ingin mengaturnya," ujar PM Israel yang didakwa melakukan kejahatan perang di Gaza itu.
Komentar Netanyahu menyusul laporan di media Israel awal pekan ini bahwa pemimpin Israel itu akan segera mengumumkan rencana menduduki seluruh Jalur Gaza.
Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, mengatakan, “Keputusan itu merupakan bencana yang akan menyebabkan lebih banyak bencana lagi."
“Rencana itu akan memakan waktu berbulan-bulan, menyebabkan kematian para sandera, terbunuhnya banyak tentara, merugikan puluhan miliar pembayar pajak Israel, dan menyebabkan keruntuhan politik," tulis dia dalam unggahan di X.
Dia memperingatkan, "Inilah yang diinginkan Hamas: Israel terjebak di medan perang tanpa tujuan, tanpa menentukan gambaran hari esok, dalam pendudukan sia-sia yang tak seorang pun mengerti ke mana arahnya."
Shihab Rattansi, koresponden Al Jazeera di Washington, DC, mengatakan langkah Israel untuk menduduki Gaza telah "diberitakan selama beberapa hari ini".
Dalam wawancara televisi dengan outlet AS, Fox News, Netanyahu juga mengatakan Israel tidak ingin menjadi "badan pemerintahan" di Gaza dan akan menyerahkan tanggung jawab kepada pihak ketiga yang tidak disebutkan namanya.
"Kami tidak ingin mempertahankannya. Kami ingin memiliki perimeter keamanan. Kami tidak ingin mengaturnya," ujar PM Israel yang didakwa melakukan kejahatan perang di Gaza itu.
Komentar Netanyahu menyusul laporan di media Israel awal pekan ini bahwa pemimpin Israel itu akan segera mengumumkan rencana menduduki seluruh Jalur Gaza.
Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, mengatakan, “Keputusan itu merupakan bencana yang akan menyebabkan lebih banyak bencana lagi."
“Rencana itu akan memakan waktu berbulan-bulan, menyebabkan kematian para sandera, terbunuhnya banyak tentara, merugikan puluhan miliar pembayar pajak Israel, dan menyebabkan keruntuhan politik," tulis dia dalam unggahan di X.
Dia memperingatkan, "Inilah yang diinginkan Hamas: Israel terjebak di medan perang tanpa tujuan, tanpa menentukan gambaran hari esok, dalam pendudukan sia-sia yang tak seorang pun mengerti ke mana arahnya."
Shihab Rattansi, koresponden Al Jazeera di Washington, DC, mengatakan langkah Israel untuk menduduki Gaza telah "diberitakan selama beberapa hari ini".
Lihat Juga :