Ada-ada Saja, Perempuan Ini Dirantai Pacarnya di Tempat Tidur agar Tak Selingkuh
Jum'at, 08 Agustus 2025 - 14:08 WIB
loading...
Seorang perempuan di Australia dirantai pacarnya di tempat tidur dengan alasan untuk mencegahnya berselingkuh dengan pria lain. Foto/Ilustrasi Brian Wang/SCMP
A
A
A
SYDNEY - Ulah seorang pria di Australia ini sangat meresahkan. Dia telah merantai kekasihnya di tempat tidur dengan alasan mencegahnya menyelinap keluar rumah untuk berhubungan seks dengan pria lain.
Kasus ini terungkap setelah perempuan itu berhasil melarikan diri dan melapor ke polisi New South Wales.
Polisi juga terkejut dengan apa yang disebut sebagai kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kelewat batas ini.
Perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Broadie McGugan, telah menjalin hubungan dengan Zane Woodward (34) sejak September 2024.
Baca Juga: Istri Bos Mafia Tewas saat Berselingkuh, 40 Gangster Buru Anggota Nakal
Menurut polisi, kekerasan tersebut mulai meningkat awal tahun ini, di mana tersangka bahkan merantai pergelangan kaki korban ke tempat tidur pada malam hari, menggunakan borgol dan gembok logam berat.
Mengutip laporan dari NDTV, Jumat(8/8/2025), penyidik menduga Woodward mengambil ponsel, dompet, dan kunci rumah tempat korban dirantai di tempat tidur, sehingga korban terputus kontak dari teman, keluarga, dan juga dari pekerjaannya.
Seiring waktu, perilaku Woodward dilaporkan menjadi lebih ekstrem, merantai korban tidak hanya di malam hari tetapi juga di siang hari, dan hanya membukanya saat makan atau menggunakan toilet.
Dalam beberapa kesempatan, Woodward diduga tidak memenuhi kebutuhan dasar korban.
Kesempatan korban untuk melarikan diri datang pada hari Selasa lalu, ketika Woodward membawanya ke ATM di Oak Flats, New South Wales. Memanfaatkan kesempatan itu, korban berlari dan bersembunyi di dalam apotek terdekat, di mana dia berhasil memanggil seorang pelanggan untuk meminta bantuan polisi. Sementara itu, Woodward diduga berkeliling mencarinya.
Korban dibawa ke Rumah Sakit Shellharbour oleh polisi, di mana dokter menemukan beberapa tulang rusuknya patah, memar yang parah, dan rongga mata retak-luka-luka yang diyakini sudah beberapa minggu.
Woodward ditangkap 24 jam kemudian dan didakwa dengan serangkaian pelanggaran terkait kekerasan dalam rumah tangga, termasuk penculikan, penyerangan yang menyebabkan cedera fisik, intimidasi, dan penahanan yang tidak sah.
Permohonan jaminannya ditolak dan diperkirakan akan kembali hadir di pengadilan pada bulan Oktober mendatang.
Kasus ini telah memicu kemarahan di seluruh Australia, menyoroti krisis kekerasan dalam rumah tangga yang sedang berlangsung dan pentingnya intervensi dini.
Kasus ini terungkap setelah perempuan itu berhasil melarikan diri dan melapor ke polisi New South Wales.
Polisi juga terkejut dengan apa yang disebut sebagai kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kelewat batas ini.
Perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Broadie McGugan, telah menjalin hubungan dengan Zane Woodward (34) sejak September 2024.
Baca Juga: Istri Bos Mafia Tewas saat Berselingkuh, 40 Gangster Buru Anggota Nakal
Menurut polisi, kekerasan tersebut mulai meningkat awal tahun ini, di mana tersangka bahkan merantai pergelangan kaki korban ke tempat tidur pada malam hari, menggunakan borgol dan gembok logam berat.
Mengutip laporan dari NDTV, Jumat(8/8/2025), penyidik menduga Woodward mengambil ponsel, dompet, dan kunci rumah tempat korban dirantai di tempat tidur, sehingga korban terputus kontak dari teman, keluarga, dan juga dari pekerjaannya.
Seiring waktu, perilaku Woodward dilaporkan menjadi lebih ekstrem, merantai korban tidak hanya di malam hari tetapi juga di siang hari, dan hanya membukanya saat makan atau menggunakan toilet.
Dalam beberapa kesempatan, Woodward diduga tidak memenuhi kebutuhan dasar korban.
Kesempatan korban untuk melarikan diri datang pada hari Selasa lalu, ketika Woodward membawanya ke ATM di Oak Flats, New South Wales. Memanfaatkan kesempatan itu, korban berlari dan bersembunyi di dalam apotek terdekat, di mana dia berhasil memanggil seorang pelanggan untuk meminta bantuan polisi. Sementara itu, Woodward diduga berkeliling mencarinya.
Korban dibawa ke Rumah Sakit Shellharbour oleh polisi, di mana dokter menemukan beberapa tulang rusuknya patah, memar yang parah, dan rongga mata retak-luka-luka yang diyakini sudah beberapa minggu.
Woodward ditangkap 24 jam kemudian dan didakwa dengan serangkaian pelanggaran terkait kekerasan dalam rumah tangga, termasuk penculikan, penyerangan yang menyebabkan cedera fisik, intimidasi, dan penahanan yang tidak sah.
Permohonan jaminannya ditolak dan diperkirakan akan kembali hadir di pengadilan pada bulan Oktober mendatang.
Kasus ini telah memicu kemarahan di seluruh Australia, menyoroti krisis kekerasan dalam rumah tangga yang sedang berlangsung dan pentingnya intervensi dini.
(mas)
Lihat Juga :