Boston Consulting Group Susun Rencana Pindah Warga Gaza ke Somalia
Kamis, 07 Agustus 2025 - 17:45 WIB
loading...
A
A
A
Ancaman relokasi, yang menurut Presiden AS Donald Trump akan memungkinkan pembangunan kembali Jalur Gaza, telah dicap sebagai pembersihan etnis oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia, badan-badan internasional, dan pejabat asing.
“Dengan menerima warga Gaza yang pindah sementara dan sukarela, suatu negara akan mendapatkan suntikan populasi yang akan memberikan manfaat ekonomi yang jelas signifikan,” ujar seseorang yang mengetahui pekerjaan tersebut kepada FT.
“Namun, negara-negara dalam model tersebut tidak dipilih berdasarkan pengetahuan tentang diskusi-diskusi spesifik.
Tujuannya adalah untuk memahami isu-isu ekonomi terkait opsi-opsi yang diajukan Presiden Trump,” papar sumber itu.
Satu slide yang terkait dengan rencana tersebut dilaporkan memperkirakan 25% warga Palestina di Gaza akan memutuskan pindah ke luar wilayah kantong tersebut, dengan mayoritas tidak akan kembali.
BCG memproyeksikan manfaat ekonomi sebesar USD4,7 miliar bagi negara-negara yang menerima warga Palestina selama empat tahun pertama.
Dilaporkan bahwa BCG—yang juga memiliki Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai salah satu alumninya—terlibat dengan GHF ketika kontraktor keamanan AS, Orbis, menunjuk perusahaan tersebut untuk membantu studi kelayakan operasi bantuan baru.
“Dengan menerima warga Gaza yang pindah sementara dan sukarela, suatu negara akan mendapatkan suntikan populasi yang akan memberikan manfaat ekonomi yang jelas signifikan,” ujar seseorang yang mengetahui pekerjaan tersebut kepada FT.
“Namun, negara-negara dalam model tersebut tidak dipilih berdasarkan pengetahuan tentang diskusi-diskusi spesifik.
Tujuannya adalah untuk memahami isu-isu ekonomi terkait opsi-opsi yang diajukan Presiden Trump,” papar sumber itu.
Satu slide yang terkait dengan rencana tersebut dilaporkan memperkirakan 25% warga Palestina di Gaza akan memutuskan pindah ke luar wilayah kantong tersebut, dengan mayoritas tidak akan kembali.
BCG memproyeksikan manfaat ekonomi sebesar USD4,7 miliar bagi negara-negara yang menerima warga Palestina selama empat tahun pertama.
Dilaporkan bahwa BCG—yang juga memiliki Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai salah satu alumninya—terlibat dengan GHF ketika kontraktor keamanan AS, Orbis, menunjuk perusahaan tersebut untuk membantu studi kelayakan operasi bantuan baru.
Lihat Juga :