Trump Segera Temui Putin usai Ribut-ribut Senjata Nuklir

Kamis, 07 Agustus 2025 - 07:30 WIB
loading...
Trump Segera Temui Putin...
Presiden AS Donald Trump segera menemui Presiden Rusia Vladimir Putin untuk bahas perang Ukraina. Washington dan Moskow sebelumnya juga saling ancam dengan senjata nuklir. Foto/via Financial Times
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dia mungkin akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin segera untuk membahas perang Ukraina. Pernyataan pemimpin Amerika itu muncul setelah berseteru dengan mantan presiden Rusia Dmitry Medvedev dan saling ancam dengan senjata nuklir.

Trump mengatakan telah terjadi perundingan yang sangat produktif di Moskow antara utusan khususnya, Steve Witkoff dan Putin.

Potensi pertemuan puncak pemimpin AS dan Rusia tersebut juga telah dibahas dalam panggilan telepon antara Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang, menurut sumber senior di Kyiv, dihadiri oleh Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte dan para pemimpin dari Inggris, Jerman, dan Finlandia.

Baca Juga: Rusia Tak Gentar Trump Kerahkan Kapal Selam Nuklir AS, Malah Beri Respons Menohok

"Ada kemungkinan besar akan ada pertemuan segera," kata Trump kepada para wartawan di Gedung Putih pada hari Rabu waktu Washington, ketika ditanya kapan dia akan bertemu dengan para pemimpin Ukraina dan Rusia.

Dia tidak memberikan indikasi di mana pertemuan dengan Putin akan berlangsung.

The New York Times dan CNN, mengutip sumber yang mengetahui rencana tersebut, mengatakan Trump berencana untuk bertemu dengan Putin paling cepat minggu depan, dan kemudian menginginkan pertemuan tiga arah dengan pemimpin Rusia dan Zelensky.

Panggilan telepon Trump dengan Zelensky terjadi setelah Witkoff bertemu dengan Putin di Moskow pada hari sebelumnya untuk perundingan yang digambarkan oleh Kremlin sebagai "produktif"—dengan tenggat waktu Trump yang semakin dekat untuk menjatuhkan sanksi baru atas perang Rusia di Ukraina.

"Kemajuan besar telah dicapai!" tulis Trump di platform Truth Social miliknya, menambahkan bahwa setelahnya dia telah memberi pengarahan kepada beberapa sekutu Eropa.

"Semua orang sepakat bahwa perang ini harus segera berakhir, dan kami akan mengupayakannya dalam beberapa hari dan minggu mendatang," ujarnya.

Namun, beberapa menit kemudian, seorang pejabat senior AS mengatakan bahwa "sanksi sekunder" masih diperkirakan akan diterapkan dalam dua hari.

Trump, yang sebelumnya membanggakan dirinya dapat mengakhiri konflik dalam waktu 24 jam setelah menjabat, telah memberi Rusia waktu hingga Jumat untuk mencapai kemajuan menuju perdamaian atau menghadapi "hukuman" baru.

Tiga putaran perundingan Rusia-Ukraina di Istanbul gagal mencapai kemajuan dalam mencapai gencatan senjata, dengan kedua belah pihak masih berselisih dalam tuntutan mereka.

Rusia telah meningkatkan serangan pesawat nirawak dan rudal terhadap Ukraina, yang merupakan sekutu AS dan Uni Eropa, ke rekor tertinggi dan mempercepat kemajuannya di darat.

"Percakapan yang cukup bermanfaat dan konstruktif telah terjadi," ujar ajudan Putin, Yuri Ushakov, kepada para wartawan setelah pertemuan tiga jam dengan Witkoff.

"Keduanya bertukar 'sinyal' mengenai posisi mereka," imbuh Ushakov, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Zelensky mengonfirmasi panggilan teleponnya dengan Trump dan juga mengonfirmasi bahwa para pemimpin Eropa telah berpartisipasi, meskipun dia tidak menyebutkan nama mereka.

Trump telah menyuarakan rasa frustrasi yang semakin meningkat terhadap Putin dalam beberapa pekan terakhir atas serangan Rusia yang tak henti-hentinya terhadap Ukraina.

Gedung Putih belum secara resmi menguraikan tindakan apa yang akan diambilnya terhadap Rusia, tetapi Trump mengatakan kepada para wartawan bahwa pihaknya berencana untuk menjatuhkan "lebih banyak sanksi sekunder" yang menargetkan mitra dagang utama Rusia, kemungkinan menargetkan China.

Sebelumnya pada hari itu, Trump telah memerintahkan pengenaan tarif yang lebih tinggi untuk barang-barang India atas pembelian minyak Rusia yang berkelanjutan oleh New Delhi.

Langkah ini bertujuan untuk menghambat ekspor Rusia, tetapi berisiko menimbulkan gangguan internasional yang signifikan.

Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa dia akan menunggu hasil perundingan Moskow sebelum memerintahkan sanksi ekonomi apa pun.

"Kita lihat saja nanti," ujarnya kepada para wartawan. "Kita akan membuat keputusan itu nanti."

Tanpa secara eksplisit menyebut nama Trump, Kremlin pada hari Selasa mengecam "ancaman" untuk menaikkan tarif terhadap mitra dagang Rusia sebagai "tidak sah".

Kampanye militer Rusia melawan Ukraina sejak Februari 2022 telah menewaskan puluhan ribu orang, menghancurkan sebagian besar wilayah negara itu, dan memaksa jutaan orang mengungsi dari rumah mereka.

Moskow telah menuntut agar Ukraina menyerahkan lebih banyak wilayah dan mencabut dukungan AS dan Uni Eropa jika ingin pertempuran dihentikan.

Kyiv menyerukan gencatan senjata segera, dan Zelensky pekan lalu mendesak sekutunya untuk mendorong "perubahan rezim" di Moskow.

Seteru Senjata Nuklir


Kunjungan Witkoff terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Moskow dan Washington.

Trump mengatakan dia telah memerintahkan pengerahan dua kapal selam nuklir menyusul perselisihan daring dengan mantan presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan bahwa kedua kapal selam tersebut kini berada di dekat perbatasan Rusia. Medvedev sebelumnya mengancam dengan sistem komando serangan nuklir semi-otomatis terkenal Rusia yang dikenal sebagai "Dead Hand".

Moskow kemudian mengatakan bahwa mereka mengakhiri moratorium yang diberlakukan sendiri terhadap pengerahan rudal jarak menengah berkemampuan nuklir, yang menunjukkan bahwa mereka dapat mengerahkan senjata semacam itu sebagai tanggapan atas apa yang mereka tuduhkan sebagai pengerahan serupa AS dalam jarak serang Rusia.

Layanan darurat Ukraina melaporkan pada hari Rabu bahwa sedikitnya dua orang tewas dan 12 lainnya terluka dalam penembakan Rusia di sebuah kamp liburan di wilayah selatan Zaporizhzhia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat M 7,8 di Filipina Bertambah Jadi 53 Orang
Heli Militer Mi-17 Pakistan...
Heli Militer Mi-17 Pakistan Jatuh, 22 Tentara Tewas termasuk 3 Perwira
Rekomendasi
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved