Siap Hadapi Invasi China, Taiwan Terima Gelombang Pertama dari 50.000 Drone dari AS
Rabu, 06 Agustus 2025 - 19:30 WIB
loading...
Taiwan terima gelombang pertama dari 50.000 drone dari AS. Foto/X/@YDN_NEWS
A
A
A
TAIPEI - Taiwan menerima gelombang pertama drone serang Altius-600M AS. Itu ditegaskan Menteri Pertahanan Taiwan, Wellington Koo.
Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan Wellington bertemu dengan Palmer Luckey, pendiri Anduril Industries, yang memproduksi drone tersebut, dan berterima kasih kepadanya atas pengiriman gelombang pertama tersebut.
"Proyek ini, yang dimulai tahun lalu, berhasil mengirimkan gelombang pertama dengan cepat tahun ini," kata menteri tersebut, menurut pernyataan bersama, dilansir Anadolu.
Wellington menekankan bahwa, mengingat "lingkungan ancaman yang parah" saat ini, Kementerian Pertahanan terus merencanakan dan menyediakan drone pengintai dan serang untuk memenuhi kebutuhan operasi pertahanan.
Altius-600M dapat diluncurkan dari berbagai platform, termasuk kendaraan darat, udara, dan laut. Drone ini mampu melayang hingga empat jam, menempuh jarak hingga 440 kilometer (273 mil). Drone ini dapat mengintai medan perang, menyampaikan komunikasi, menahan peperangan elektronik, dan membawa rudal anti-tank berdaya ledak tinggi.
Bulan lalu, media resmi Focus Taiwan melaporkan bahwa militer Taiwan berencana untuk membeli sekitar 50.000 drone dalam dua tahun ke depan.
Baca Juga: Trump Tunjuk Calon Penerusnya, Siapa Dia?
Pada hari Selasa, pemimpin Taiwan William Lai Ching-te mengatakan bahwa anggaran pertahanan Taipei akan melebihi 3% dari PDB-nya yang sebesar $815 miliar untuk meningkatkan kemampuan pertahanan diri pulau itu.
Janji Lai untuk meningkatkan anggaran pertahanan muncul setelah laporan US Congressional Research Service mengungkapkan bahwa cabang eksekutif AS telah memberi tahu Kongres tentang penjualan senjata senilai lebih dari $28 miliar ke Taiwan antara tahun 2015 dan 2025.
Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan Wellington bertemu dengan Palmer Luckey, pendiri Anduril Industries, yang memproduksi drone tersebut, dan berterima kasih kepadanya atas pengiriman gelombang pertama tersebut.
"Proyek ini, yang dimulai tahun lalu, berhasil mengirimkan gelombang pertama dengan cepat tahun ini," kata menteri tersebut, menurut pernyataan bersama, dilansir Anadolu.
Wellington menekankan bahwa, mengingat "lingkungan ancaman yang parah" saat ini, Kementerian Pertahanan terus merencanakan dan menyediakan drone pengintai dan serang untuk memenuhi kebutuhan operasi pertahanan.
Altius-600M dapat diluncurkan dari berbagai platform, termasuk kendaraan darat, udara, dan laut. Drone ini mampu melayang hingga empat jam, menempuh jarak hingga 440 kilometer (273 mil). Drone ini dapat mengintai medan perang, menyampaikan komunikasi, menahan peperangan elektronik, dan membawa rudal anti-tank berdaya ledak tinggi.
Bulan lalu, media resmi Focus Taiwan melaporkan bahwa militer Taiwan berencana untuk membeli sekitar 50.000 drone dalam dua tahun ke depan.
Baca Juga: Trump Tunjuk Calon Penerusnya, Siapa Dia?
Pada hari Selasa, pemimpin Taiwan William Lai Ching-te mengatakan bahwa anggaran pertahanan Taipei akan melebihi 3% dari PDB-nya yang sebesar $815 miliar untuk meningkatkan kemampuan pertahanan diri pulau itu.
Janji Lai untuk meningkatkan anggaran pertahanan muncul setelah laporan US Congressional Research Service mengungkapkan bahwa cabang eksekutif AS telah memberi tahu Kongres tentang penjualan senjata senilai lebih dari $28 miliar ke Taiwan antara tahun 2015 dan 2025.
(ahm)
Lihat Juga :