Eks Analis Pentagon: Tak Ada Sistem Pertahanan yang Mampu Melawan Rudal Oreshnik Rusia
Senin, 04 Agustus 2025 - 06:57 WIB
loading...
Mantan analis keamanan senior Pentagon Michael Maloof menyatakan tak ada sistem pertahanan udara yang mampu melawan rudal hipersonik Oreshnik Rusia. Foto/Zee News
A
A
A
WASHINGTON - Mantan analis keamanan senior Pentagon, Michael Maloof, mengatakan saat ini tidak ada sistem pertahanan udara yang mampu melawan rudal hipersonik Oreshnik Rusia. Menurutnya, belum ada cara untuk menghentikan misil tersebut, baik itu senjata Ukraina maupun sekutu Barat-nya.
Maloof mengatakan rudal Oreshnik dapat dengan mudah menggeser keseimbangan kekuatan yang sangat menguntungkan Rusia dalam konflik apa pun, termasuk permusuhan yang sedang berlangsung dengan Ukraina.
"Memiliki [rudal] hipersonik yang saat ini tidak ada pertahanannya...sungguh menakjubkan. Ini benar-benar mengubah keseimbangan kekuatan secara dramatis, yang tidak dapat dipertahankan oleh Ukraina," katanya, seperti dikutip dari Russia Today, Senin (4/8/2025).
Baca Juga: NATO Ketar-ketir, Putin Klaim Produksi Massal Rudal Hipersonik Oreshnik Selesai
Dia mencatat bahwa sementara AS sedang berupaya untuk mengadaptasi sistem pertahanan rudal seperti THAAD untuk melawan ancaman senjata hipersonik, program-program tersebut masih dalam tahap pengembangan.
"Saat ini belum ada kemampuan operasional untuk menghadapi rudal hipersonik," kata Maloof, seraya menambahkan bahwa Oreshnik dapat mencapai targetnya hanya dalam hitungan menit.
Mantan analis tersebut menambahkan bahwa rudal Oreshnik juga melaju dengan kecepatan lebih dari 7.000 mil (11.000 km) per jam. "Tidak ada pertahanan terhadapnya," ujarnya.
Sistem rudal tersebut, lanjut Maloof, telah berhasil diuji di Ukraina dalam kondisi medan perang. Dia merujuk pada serangan terhadap fasilitas industri militer Yuzhmash Ukraina di kota Dnipro pada November 2024.
Presiden Rusia Vladimir Putin kemudian mengatakan bahwa hulu ledak rudal tersebut terbang dengan kecepatan melebihi Mach 10 dan tidak dapat dicegat oleh pertahanan udara yang ada. Rudal tersebut juga dapat membawa muatan konvensional dan nuklir serta menempuh jarak hingga beberapa ribu kilometer.
Menurut Putin, serangan rudal Oreshnik terhadap Ukraina merupakan respons terhadap keputusan negara itu untuk menggunakan rudal jarak jauh yang dipasok Barat untuk menyerang wilayah Rusia yang jauh.
Pada hari Jumat, Putin mengatakan bahwa sistem rudal Oreshnik pertama yang diproduksi massal telah memasuki layanan tempur dengan angkatan bersenjata. Dia juga mencatat bahwa masalah pasokan senjata ke Belarusia, sekutu utama Rusia, kemungkinan akan terselesaikan pada akhir tahun.
Maloof mengatakan rudal Oreshnik dapat dengan mudah menggeser keseimbangan kekuatan yang sangat menguntungkan Rusia dalam konflik apa pun, termasuk permusuhan yang sedang berlangsung dengan Ukraina.
"Memiliki [rudal] hipersonik yang saat ini tidak ada pertahanannya...sungguh menakjubkan. Ini benar-benar mengubah keseimbangan kekuatan secara dramatis, yang tidak dapat dipertahankan oleh Ukraina," katanya, seperti dikutip dari Russia Today, Senin (4/8/2025).
Baca Juga: NATO Ketar-ketir, Putin Klaim Produksi Massal Rudal Hipersonik Oreshnik Selesai
Dia mencatat bahwa sementara AS sedang berupaya untuk mengadaptasi sistem pertahanan rudal seperti THAAD untuk melawan ancaman senjata hipersonik, program-program tersebut masih dalam tahap pengembangan.
"Saat ini belum ada kemampuan operasional untuk menghadapi rudal hipersonik," kata Maloof, seraya menambahkan bahwa Oreshnik dapat mencapai targetnya hanya dalam hitungan menit.
Mantan analis tersebut menambahkan bahwa rudal Oreshnik juga melaju dengan kecepatan lebih dari 7.000 mil (11.000 km) per jam. "Tidak ada pertahanan terhadapnya," ujarnya.
Sistem rudal tersebut, lanjut Maloof, telah berhasil diuji di Ukraina dalam kondisi medan perang. Dia merujuk pada serangan terhadap fasilitas industri militer Yuzhmash Ukraina di kota Dnipro pada November 2024.
Presiden Rusia Vladimir Putin kemudian mengatakan bahwa hulu ledak rudal tersebut terbang dengan kecepatan melebihi Mach 10 dan tidak dapat dicegat oleh pertahanan udara yang ada. Rudal tersebut juga dapat membawa muatan konvensional dan nuklir serta menempuh jarak hingga beberapa ribu kilometer.
Menurut Putin, serangan rudal Oreshnik terhadap Ukraina merupakan respons terhadap keputusan negara itu untuk menggunakan rudal jarak jauh yang dipasok Barat untuk menyerang wilayah Rusia yang jauh.
Pada hari Jumat, Putin mengatakan bahwa sistem rudal Oreshnik pertama yang diproduksi massal telah memasuki layanan tempur dengan angkatan bersenjata. Dia juga mencatat bahwa masalah pasokan senjata ke Belarusia, sekutu utama Rusia, kemungkinan akan terselesaikan pada akhir tahun.
(mas)
Lihat Juga :