4 Alasan Trump Kirim 2 Kapal Selam Nuklir ke Perbatasan Rusia

Sabtu, 02 Agustus 2025 - 14:40 WIB
loading...
A A A
Sejak Februari 2022, perang yang berlangsung perlahan telah terjadi di negara itu, sementara Ukraina berupaya menangkal invasi skala penuh dari Rusia.

Trump memasuki masa jabatan keduanya sebagai presiden dengan janji untuk menjadi "pembawa perdamaian dan pemersatu" global, dan pemerintahannya secara terbuka telah menganjurkan agar pemimpin Republik tersebut menerima Hadiah Nobel Perdamaian.

Namun, upayanya untuk menyelesaikan perselisihan antara Ukraina dan Rusia telah terhenti.

Di awal masa jabatan keduanya, Trump sendiri menghadapi kritik karena dianggap melemahkan perjuangan Ukraina, menuduh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebagai "diktator" dan tampaknya menawarkan konsesi kepada Rusia, termasuk wilayah Ukraina yang dianeksasi.

Sebaliknya, Trump awalnya bersikap hangat kepada Putin, mengatakan kepada Zelenskyy dalam pertemuan yang panas di Ruang Oval, "Putin telah melalui banyak hal yang sulit dengan saya."

4. Hubungan AS dan Rusia yang Memburuk

Namun dalam beberapa bulan terakhir, hubungan tersebut tampaknya mendingin, dengan Trump mengancam Rusia dengan sanksi seiring berlanjutnya perang. Pada 28 Juli, ia mengumumkan bahwa Rusia akan memiliki "10 atau 12 hari" untuk menghentikan serangannya, atau sanksi ekonomi akan berlaku.

Kemudian, pada hari Kamis, ketika Rusia menembaki ibu kota Ukraina, Kyiv, Trump mengecam aksi militer Rusia yang terus berlanjut.

"Rusia — menurut saya menjijikkan apa yang mereka lakukan. Saya pikir itu menjijikkan," katanya.

Namun, Medvedev sebelumnya menggambarkan tenggat waktu Trump sebagai "drama" dan mengatakan bahwa "Rusia tidak peduli" dengan ancaman tersebut. Ia juga memperingatkan bahwa sikap kebijakan luar negeri Trump yang agresif dapat menjadi bumerang bagi basis "America First"-nya.

"Trump sedang memainkan permainan ultimatum dengan Rusia," tulis Medvedev di platform media sosial X awal pekan ini, dilansir Al Jazeera.

"Dia harus mengingat dua hal: 1. Rusia bukanlah Israel atau bahkan Iran. 2. Setiap ultimatum baru merupakan ancaman dan langkah menuju perang. Bukan antara Rusia dan Ukraina, tetapi dengan negaranya sendiri."
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Usai Serang Iran, Trump...
Usai Serang Iran, Trump Briefing Netanyahu tentang Taktik AS di Teluk
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Trump Tolak Seruan Netanyahu...
Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
BNPB: Kebakaran Hutan...
BNPB: Kebakaran Hutan di Banjarbaru Meluas hingga 3,7 Hektare, Tak Ada Korban
Mobil Dibom Israel,...
Mobil Dibom Israel, Jubir Hamas Lolos dari Pembunuhan
Rekomendasi
IHSG Ditutup Menguat...
IHSG Ditutup Menguat Tipis, Rupiah Masih Bertengger di Atas Rp18.000
Polri Harus Bongkar...
Polri Harus Bongkar Aktor Intelektual dan Korporasi Dugaan Korupsi Batu Bara
Situasi Terkini Polda...
Situasi Terkini Polda Metro usai Penggeledahan, Brimob Bersenjata Masih Siaga
Berita Terkini
Panglima IRGC Sumpah...
Panglima IRGC Sumpah Balas Dendam atas Pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran
Juru Bicara Hamas Lolos...
Juru Bicara Hamas Lolos dari Serangan Israel, Warga Sipil Tewas Dirudal Zionis di Kota Gaza
Abbas Tetapkan 28 November...
Abbas Tetapkan 28 November untuk Pemilu Legislatif Palestina Pertama dalam Lebih dari 20 Tahun
Erdogan Beri Hadiah...
Erdogan Beri Hadiah Pistol dengan Peluru Aktif kepada Para Pemimpin NATO, Ini Maksudnya
Setelah Turki, Giliran...
Setelah Turki, Giliran Mesir Tolak Masuk Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
Mahathir Mohamad Genap...
Mahathir Mohamad Genap 101 Tahun, Dokter yang Sulap Wajah Malaysia Modern
Infografis
4 Alasan Trump Bangun...
4 Alasan Trump Bangun Golden Dome Senilai Rp2.869 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved