Robot Anjing Turki yang Dilengkapi Peluncur Rudal Jadi Pengubah Permainan di Medan Perang
Sabtu, 02 Agustus 2025 - 04:55 WIB
loading...
A
A
A
Direkayasa sepenuhnya di Turki, Koz dirancang untuk misi berisiko tinggi, menggabungkan mobilitas canggih, navigasi otonom, dan kemampuan serangan presisi dalam sebuah platform anjing yang ringkas.
Sistem ini membawa empat rudal berpemandu, beroperasi dalam mode otonom dan kendali jarak jauh, dan dirancang untuk memasuki zona berbahaya mendahului tentara, mengintai ancaman, dan menetralisirnya dengan akurasi yang tepat—sambil menjaga personel tetap aman dari bahaya.
Ikinci menekankan bahwa Koz lebih dari sekadar konsep eksperimental. Terintegrasi dengan kemampuan rudal multi-platform, khususnya sistem rudal mini berpemandu laser METE, sistem ini telah teruji dalam pertempuran, diproduksi secara massal, dan tersedia untuk digunakan.
“Dengan Koz, Turki tidak hanya memajukan teknologi nirawak, tetapi juga menetapkan standar global baru untuk mengintegrasikan rudal berpemandu ke dalam sistem darat otonom,” tambahnya.
“Koz membawa empat rudal berpemandu terkecil namun berkemampuan tinggi, masing-masing berdiameter hanya 40 mm. Mencapai presisi berpemandu pencari dalam rudal yang begitu ringkas merupakan yang pertama di dunia,” ujarnya kepada TRT World.
Rudal Mete, yang sebelumnya digunakan pada drone, platform angkatan laut, dan kendaraan darat nirawak, telah dioptimalkan untuk peran tempur perkotaan Koz.
“Anjing robotik ini maju di depan pasukan, memindai dengan perangkat elektro-optiknya—TV dan kamera termal—untuk mendeteksi target,” tambah Mahmutyazicioglu.
Sistem ini membawa empat rudal berpemandu, beroperasi dalam mode otonom dan kendali jarak jauh, dan dirancang untuk memasuki zona berbahaya mendahului tentara, mengintai ancaman, dan menetralisirnya dengan akurasi yang tepat—sambil menjaga personel tetap aman dari bahaya.
Ikinci menekankan bahwa Koz lebih dari sekadar konsep eksperimental. Terintegrasi dengan kemampuan rudal multi-platform, khususnya sistem rudal mini berpemandu laser METE, sistem ini telah teruji dalam pertempuran, diproduksi secara massal, dan tersedia untuk digunakan.
“Dengan Koz, Turki tidak hanya memajukan teknologi nirawak, tetapi juga menetapkan standar global baru untuk mengintegrasikan rudal berpemandu ke dalam sistem darat otonom,” tambahnya.
3. Dilengkapi 4 Rudal
Emel Mahmutyazicioglu, PhD, direktur Sistem Inovatif Roketsan, merinci terobosan teknis sistem tersebut.“Koz membawa empat rudal berpemandu terkecil namun berkemampuan tinggi, masing-masing berdiameter hanya 40 mm. Mencapai presisi berpemandu pencari dalam rudal yang begitu ringkas merupakan yang pertama di dunia,” ujarnya kepada TRT World.
Rudal Mete, yang sebelumnya digunakan pada drone, platform angkatan laut, dan kendaraan darat nirawak, telah dioptimalkan untuk peran tempur perkotaan Koz.
“Anjing robotik ini maju di depan pasukan, memindai dengan perangkat elektro-optiknya—TV dan kamera termal—untuk mendeteksi target,” tambah Mahmutyazicioglu.
Lihat Juga :