Robot Anjing Turki yang Dilengkapi Peluncur Rudal Jadi Pengubah Permainan di Medan Perang

Sabtu, 02 Agustus 2025 - 04:55 WIB
loading...
A A A
Menurut pakar tersebut, KOZ dapat mendaki tanjakan 45 derajat, menavigasi tangga, dan bahkan pulih dari jatuh.

4. Pergeseran Doktrin Strategis

Laksamana Muda Purnawirawan Yayci menyoroti perkembangan pesat kemampuan pertahanan Turki, dengan mencatat bahwa negara tersebut kini berada di peringkat ke-11 dunia dalam ekspor pertahanan dan telah mengatasi hambatan teknologi utama yang sebelumnya membatasi sistem rudal.

“Turki tidak lagi memiliki masalah jangkauan,” ujarnya.

“...Koz melambangkan pergeseran doktrin strategis. Di era peperangan asimetris, di mana kelompok teroris mengeksploitasi medan perkotaan, sistem seperti Koz memastikan kemampuan operasional yang unggul sekaligus meminimalkan korban jiwa. Ini merupakan lompatan bersejarah dalam melindungi pasukan kita dan memperkuat keamanan nasional.”

Pengungkapan KOZ telah membangkitkan minat internasional yang signifikan, dengan beberapa negara telah menanyakan tentang potensi akuisisi.

Para analis percaya bahwa anjing robot penembak rudal dapat menjadi landasan doktrin militer masa depan, terutama untuk kontra-terorisme, operasi pasukan khusus, dan lingkungan peperangan perkotaan yang kompleks di mana kecepatan, presisi, dan keselamatan prajurit adalah yang terpenting.

Peningkatan di masa mendatang diharapkan, termasuk penargetan otonom berbasis AI, perluasan muatan rudal, dan operasi gabungan drone-robot di bawah jaringan medan perang terpadu.

“Ini bukan sekadar inovasi bagi Turki. Koz menetapkan tolok ukur baru bagi masa depan peperangan—masa depan di mana robot melindungi dan menyelamatkan nyawa manusia,” tambah Yayci.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Selat Hormuz Berkecamuk,...
Selat Hormuz Berkecamuk, Turki Tawarkan Jalur Kereta Api Hejaz Modern
Agen Mata-mata Israel...
Agen Mata-mata Israel Isyaratkan Mesir dan Turki sebagai Target Perang Berikutnya
Erdogan Dorong Negara...
Erdogan Dorong Negara Muslim Bersatu Beri Pelajaran ke Netanyahu
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
Presiden Jerman Akan...
Presiden Jerman Akan Kunjungi Jakarta 15 Juni, Boyong Delegasi Bisnis dan Peneliti
Putri Bajrakitiyabha...
Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia, Thailand Umumkan Masa Berkabung Nasional
Rekomendasi
Brasil vs Maroko: Peluang...
Brasil vs Maroko: Peluang Selecao Kalahkan Singa Atlas Capai 58,6 Persen
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Berita Terkini
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved