Generasi Muda Korea Selatan Tak Lagi Tertarik dengan Reunifikasi dengan Korea Utara
Sabtu, 02 Agustus 2025 - 22:10 WIB
loading...
A
A
A
Namun momentum kebijakan tersebut menurun setelah tahun 2008, karena pemerintahan konservatif di Seoul mengubah arahnya. Upaya penjangkauan selanjutnya menghadapi tantangan baru, termasuk pandemi COVID-19 dan perluasan program senjata Pyongyang.
“Warga Korea Selatan telah berkali-kali disuguhi visi rekonsiliasi yang penuh harapan, hanya untuk kemudian menghadapi kekecewaan,” ujarnya.
Dukungan untuk reunifikasi, tambahnya, kini berfluktuasi dan memudar dengan cepat.
“Generasi muda tidak lagi memandang reunifikasi sebagai sebuah cita-cita,” ujarnya. “Mereka tidak ingat Perang Korea. Orang tua mereka juga tidak. Itu adalah cita-cita yang memudar.”
Son mengatakan biaya reunifikasi—terutama modernisasi ekonomi dan infrastruktur Korea Utara—juga berperan dalam ketidakpedulian publik.
“Meningkatkan infrastruktur Korea Utara ke standar Korea Selatan akan sangat mahal,” ujarnya. “Hal itu tidak lagi dianggap praktis atau diinginkan oleh sebagian besar masyarakat Korea Selatan.”
4. Reunifikasi Bukan Lagi Tujuan Generasi
Son mengatakan kekecewaan yang berulang telah mengikis kepercayaan publik terhadap rekonsiliasi.“Warga Korea Selatan telah berkali-kali disuguhi visi rekonsiliasi yang penuh harapan, hanya untuk kemudian menghadapi kekecewaan,” ujarnya.
Dukungan untuk reunifikasi, tambahnya, kini berfluktuasi dan memudar dengan cepat.
“Generasi muda tidak lagi memandang reunifikasi sebagai sebuah cita-cita,” ujarnya. “Mereka tidak ingat Perang Korea. Orang tua mereka juga tidak. Itu adalah cita-cita yang memudar.”
Son mengatakan biaya reunifikasi—terutama modernisasi ekonomi dan infrastruktur Korea Utara—juga berperan dalam ketidakpedulian publik.
“Meningkatkan infrastruktur Korea Utara ke standar Korea Selatan akan sangat mahal,” ujarnya. “Hal itu tidak lagi dianggap praktis atau diinginkan oleh sebagian besar masyarakat Korea Selatan.”
(ahm)
Lihat Juga :