Algojo ISIS yang Bakar Hidup-hidup Pilot Yordania Dihukum Penjara Seumur Hidup

Jum'at, 01 Agustus 2025 - 13:59 WIB
loading...
Algojo ISIS yang Bakar...
Osama Krayem, algojo ISIS asal Swedia, dihukum penjara seumur hidup terkait pembakaran hidup-hidup pilot Yordania di Suriah pada tahun 2015. Foto/X@malmobon
A A A
STOCKHOLM - Pengadilan Stockholm pada hari Kamis menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada "jihadis" Swedia; Osama Krayem. Hukuman itu dijatuhkan atas perannya sebagai algojo kelompok ISIS di Suriah yang membakar hidup-hidup seorang pilot Yordania tahun 2015.

Pengadilan di Swedia adalah yang pertama mengadili seseorang atas pembunuhan kejam yang memicu kemarahan di seluruh dunia tersebut.

Hakim Anna Liljenberg Gullesjo mengatakan: "Penyelidikan telah menunjukkan bahwa terdakwa berada di lokasi eksekusi, berseragam dan bersenjata, dan membiarkan dirinya direkam."

Baca Juga: Janggal, ISIS Bius Pilot Yordania sebelum Dibakar Hidup-hidup?

Meskipun bukti video menunjukkan bahwa pria lain yang menyalakan api, hakim mengatakan: "Tindakan terdakwa berkontribusi begitu signifikan terhadap kematian korban sehingga dia harus dianggap sebagai pelaku."

Krayem, yang juga menjalani hukuman penjara panjang atas perannya dalam serangan Paris dan Brussels pada tahun 2015 dan 2016, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atas "kejahatan perang serius dan kejahatan teroris".

Pada 24 Desember 2014, sebuah pesawat milik Angkatan Udara Kerajaan Yordania jatuh di Suriah.

Pilotnya, Maaz al-Kassasbeh, ditangkap pada hari yang sama oleh milisi ISIS di dekat pusat kota Raqqa dan dibakar hidup-hidup di dalam sebuah kurungan beberapa waktu sebelum 3 Februari 2015, ketika sebuah video pembunuhan mengerikan yang diproduksi dengan apik dipublikasikan, menurut jaksa penuntut.

Gullesjo mengatakan tindakan Krayem terdiri dari "menjaga korban sebelum dan selama eksekusi dan membawanya ke kurungan tempat dia dibakar hidup-hidup".

Pengadilan juga memberikan kompensasi kepada orang tua dan saudara kandung pilot Yordania tersebut, masing-masing sebesar 80.000 kronor Swedia (USD8.200).

Penghiburan bagi Keluarga Pilot


Jaksa belum dapat menentukan tanggal pasti pembunuhan pilot tersebut, tetapi penyelidikan telah mengidentifikasi lokasinya.

"Jihadis" berusia 32 tahun itu tetap diam selama persidangan, yang berlangsung antara 4 hingga 26 Juni, meskipun potongan-potongan interogasi dengan Krayem yang dilakukan selama penyelidikan dibacakan dan diputar selama persidangan.

"Fakta bahwa terdakwa tidak berbicara tidak berdampak signifikan pada putusan, karena jaksa penuntut telah menghadirkan bukti yang kuat, dan penyelidikan telah dilakukan secara menyeluruh," ujar Gullesjo kepada AFP, Jumat (1/8/2025).

Menurut pengacaranya, Krayem bersikeras bahwa dia hanya berada di lokasi selama 15 hingga 20 menit, tidak menyadari apa yang akan terjadi sampai dia melihat kamera.

“Putusan ini cukup menghibur keluarga,” ujar saudara laki-laki pilot tersebut, Jawdat al-Kassasbeh, yang merupakan pihak sipil dalam kasus ini, kepada AFP.

“Kami berterima kasih kepada Swedia dan pengadilan Swedia yang imparsial atas upaya mereka dalam menangani kasus ini,” imbuh dia.

Dia datang dari Yordania untuk menghadiri persidangan guna bersaksi tentang rasa sakit yang masih membekas yang dia rasakan bersama orang-orang terkasihnya.

Terdakwa Tidak Menyesal


Pengacara keluarga tersebut, Mikael Westerlund, menyesalkan di pengadilan bahwa Krayem tidak menunjukkan empati atau penyesalan atas tindakannya.

“Kebanyakan orang yang menyaksikan apa yang dialami Maaz niscaya membutuhkan perawatan seumur hidup, atau setidaknya jangka panjang, untuk mengatasi trauma yang ditimbulkannya pada individu normal,” ujar Westerlund di pengadilan.

“Di sisi lain, Krayem tampaknya tidak mengalami trauma, melainkan terinspirasi. Terinspirasi untuk melanjutkan aktivitas terorisnya, yang membuatnya berpartisipasi dan kemudian dihukum karena aksi teroris di Eropa,” imbuh Westerlund.

Krayem, yang berasal dari Malmö di Swedia selatan, dijatuhi hukuman 30 tahun penjara di Prancis karena membantu merencanakan serangan Paris November 2015 dan hukuman penjara seumur hidup di Belgia atas serangan tahun 2016 di bandara utama dan stasiun metro Brussels.

Pada 12 Maret, Prancis setuju untuk menyerahkannya ke Swedia selama sembilan bulan, waktu yang dibutuhkan untuk penyelidikan dan persidangan.

Dia harus dikembalikan ke Prancis paling lambat 27 Desember, kata pengadilan Stockholm, Kamis.

"Rakyat Yordania akan selalu mengingat kejahatan mengerikan ini," kata juru bicara pemerintah Yordania, Mohammed Momani, kepada AFP.

"Keputusan ini merupakan langkah penting menuju tercapainya keadilan."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
Sepak Pojok Jadi Mimpi...
Sepak Pojok Jadi Mimpi Buruk! Aljazair Comeback Dramatis, Yordania Tersingkir
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Tragis, Ibu Hamil 9...
Tragis, Ibu Hamil 9 Bulan dan 4 Anaknya Tewas akibat Kebakaran Apartemen
Rekomendasi
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Swiss Tembus Babak 32...
Swiss Tembus Babak 32 Besar sebagai Juara Grup B usai Tumbangkan Kanada
Berita Terkini
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved