Algojo ISIS yang Bakar Hidup-hidup Pilot Yordania Dihukum Penjara Seumur Hidup
Jum'at, 01 Agustus 2025 - 13:59 WIB
loading...
A
A
A
“Kebanyakan orang yang menyaksikan apa yang dialami Maaz niscaya membutuhkan perawatan seumur hidup, atau setidaknya jangka panjang, untuk mengatasi trauma yang ditimbulkannya pada individu normal,” ujar Westerlund di pengadilan.
“Di sisi lain, Krayem tampaknya tidak mengalami trauma, melainkan terinspirasi. Terinspirasi untuk melanjutkan aktivitas terorisnya, yang membuatnya berpartisipasi dan kemudian dihukum karena aksi teroris di Eropa,” imbuh Westerlund.
Krayem, yang berasal dari Malmö di Swedia selatan, dijatuhi hukuman 30 tahun penjara di Prancis karena membantu merencanakan serangan Paris November 2015 dan hukuman penjara seumur hidup di Belgia atas serangan tahun 2016 di bandara utama dan stasiun metro Brussels.
Pada 12 Maret, Prancis setuju untuk menyerahkannya ke Swedia selama sembilan bulan, waktu yang dibutuhkan untuk penyelidikan dan persidangan.
Dia harus dikembalikan ke Prancis paling lambat 27 Desember, kata pengadilan Stockholm, Kamis.
"Rakyat Yordania akan selalu mengingat kejahatan mengerikan ini," kata juru bicara pemerintah Yordania, Mohammed Momani, kepada AFP.
"Keputusan ini merupakan langkah penting menuju tercapainya keadilan."
“Di sisi lain, Krayem tampaknya tidak mengalami trauma, melainkan terinspirasi. Terinspirasi untuk melanjutkan aktivitas terorisnya, yang membuatnya berpartisipasi dan kemudian dihukum karena aksi teroris di Eropa,” imbuh Westerlund.
Krayem, yang berasal dari Malmö di Swedia selatan, dijatuhi hukuman 30 tahun penjara di Prancis karena membantu merencanakan serangan Paris November 2015 dan hukuman penjara seumur hidup di Belgia atas serangan tahun 2016 di bandara utama dan stasiun metro Brussels.
Pada 12 Maret, Prancis setuju untuk menyerahkannya ke Swedia selama sembilan bulan, waktu yang dibutuhkan untuk penyelidikan dan persidangan.
Dia harus dikembalikan ke Prancis paling lambat 27 Desember, kata pengadilan Stockholm, Kamis.
"Rakyat Yordania akan selalu mengingat kejahatan mengerikan ini," kata juru bicara pemerintah Yordania, Mohammed Momani, kepada AFP.
"Keputusan ini merupakan langkah penting menuju tercapainya keadilan."
(mas)
Lihat Juga :