Algojo ISIS yang Bakar Hidup-hidup Pilot Yordania Dihukum Penjara Seumur Hidup
Jum'at, 01 Agustus 2025 - 13:59 WIB
loading...
A
A
A
Pengadilan juga memberikan kompensasi kepada orang tua dan saudara kandung pilot Yordania tersebut, masing-masing sebesar 80.000 kronor Swedia (USD8.200).
Jaksa belum dapat menentukan tanggal pasti pembunuhan pilot tersebut, tetapi penyelidikan telah mengidentifikasi lokasinya.
"Jihadis" berusia 32 tahun itu tetap diam selama persidangan, yang berlangsung antara 4 hingga 26 Juni, meskipun potongan-potongan interogasi dengan Krayem yang dilakukan selama penyelidikan dibacakan dan diputar selama persidangan.
"Fakta bahwa terdakwa tidak berbicara tidak berdampak signifikan pada putusan, karena jaksa penuntut telah menghadirkan bukti yang kuat, dan penyelidikan telah dilakukan secara menyeluruh," ujar Gullesjo kepada AFP, Jumat (1/8/2025).
Menurut pengacaranya, Krayem bersikeras bahwa dia hanya berada di lokasi selama 15 hingga 20 menit, tidak menyadari apa yang akan terjadi sampai dia melihat kamera.
“Putusan ini cukup menghibur keluarga,” ujar saudara laki-laki pilot tersebut, Jawdat al-Kassasbeh, yang merupakan pihak sipil dalam kasus ini, kepada AFP.
“Kami berterima kasih kepada Swedia dan pengadilan Swedia yang imparsial atas upaya mereka dalam menangani kasus ini,” imbuh dia.
Dia datang dari Yordania untuk menghadiri persidangan guna bersaksi tentang rasa sakit yang masih membekas yang dia rasakan bersama orang-orang terkasihnya.
Pengacara keluarga tersebut, Mikael Westerlund, menyesalkan di pengadilan bahwa Krayem tidak menunjukkan empati atau penyesalan atas tindakannya.
Penghiburan bagi Keluarga Pilot
Jaksa belum dapat menentukan tanggal pasti pembunuhan pilot tersebut, tetapi penyelidikan telah mengidentifikasi lokasinya.
"Jihadis" berusia 32 tahun itu tetap diam selama persidangan, yang berlangsung antara 4 hingga 26 Juni, meskipun potongan-potongan interogasi dengan Krayem yang dilakukan selama penyelidikan dibacakan dan diputar selama persidangan.
"Fakta bahwa terdakwa tidak berbicara tidak berdampak signifikan pada putusan, karena jaksa penuntut telah menghadirkan bukti yang kuat, dan penyelidikan telah dilakukan secara menyeluruh," ujar Gullesjo kepada AFP, Jumat (1/8/2025).
Menurut pengacaranya, Krayem bersikeras bahwa dia hanya berada di lokasi selama 15 hingga 20 menit, tidak menyadari apa yang akan terjadi sampai dia melihat kamera.
“Putusan ini cukup menghibur keluarga,” ujar saudara laki-laki pilot tersebut, Jawdat al-Kassasbeh, yang merupakan pihak sipil dalam kasus ini, kepada AFP.
“Kami berterima kasih kepada Swedia dan pengadilan Swedia yang imparsial atas upaya mereka dalam menangani kasus ini,” imbuh dia.
Dia datang dari Yordania untuk menghadiri persidangan guna bersaksi tentang rasa sakit yang masih membekas yang dia rasakan bersama orang-orang terkasihnya.
Terdakwa Tidak Menyesal
Pengacara keluarga tersebut, Mikael Westerlund, menyesalkan di pengadilan bahwa Krayem tidak menunjukkan empati atau penyesalan atas tindakannya.
Lihat Juga :