Sudah 12 Hancur Total, Mengapa Jet Tempur Siluman F-35 Terus Jatuh?
Jum'at, 01 Agustus 2025 - 10:12 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, kegagalan keselamatan, kekurangan tempat kerja, kerusakan infrastruktur, dan faktor-faktor lain memengaruhi penerbangan militer dan industri penerbangan komersial.
Program F-35 diperkirakan akan mencapai setidaknya USD2 triliun selama beberapa dekade mendatang, dengan rencana untuk membeli sekitar 1.800 unit lagi pada pertengahan 2040-an, menurut Kantor Akuntabilitas Pemerintah (GAO) AS dalam sebuah laporan tahun lalu.
Armada tersebut mengalami kekurangan ketersediaan, yaitu tingkat kesiapan jet untuk misi pada waktu tertentu, menurut laporan pemerintah, termasuk GAO dan CBO.
Menurut CBO, dalam beberapa tahun terakhir, ketersediaan berkisar antara 50% hingga 60% dari armada AS, yang berada di bawah target program sebesar 65%.
Stringer mengatakan kecelakaan dan malfungsi lainnya pada jet yang mahal ini dapat menambah kekhawatiran tentang ketersediaan.
"Penting untuk diakui, ya, ini memang mahal, tetapi biayanya sebanding dengan kemampuan yang dibawa oleh sistem ini," ujarnya.
Pada Mei 2023, GAO menyatakan bahwa program jet tersebut terlambat lebih dari satu dekade dari jadwal dan melebihi perkiraan awal sebesar USD183 miliar. Biaya pemeliharaan armada telah meningkat 44%, dari USD1,1 triliun pada tahun 2018 menjadi USD1,58 triliun pada tahun 2023.
Jet F-35 Mahal dan Kurang Dimanfaatkan
Program F-35 diperkirakan akan mencapai setidaknya USD2 triliun selama beberapa dekade mendatang, dengan rencana untuk membeli sekitar 1.800 unit lagi pada pertengahan 2040-an, menurut Kantor Akuntabilitas Pemerintah (GAO) AS dalam sebuah laporan tahun lalu.
Armada tersebut mengalami kekurangan ketersediaan, yaitu tingkat kesiapan jet untuk misi pada waktu tertentu, menurut laporan pemerintah, termasuk GAO dan CBO.
Menurut CBO, dalam beberapa tahun terakhir, ketersediaan berkisar antara 50% hingga 60% dari armada AS, yang berada di bawah target program sebesar 65%.
Stringer mengatakan kecelakaan dan malfungsi lainnya pada jet yang mahal ini dapat menambah kekhawatiran tentang ketersediaan.
"Penting untuk diakui, ya, ini memang mahal, tetapi biayanya sebanding dengan kemampuan yang dibawa oleh sistem ini," ujarnya.
Pada Mei 2023, GAO menyatakan bahwa program jet tersebut terlambat lebih dari satu dekade dari jadwal dan melebihi perkiraan awal sebesar USD183 miliar. Biaya pemeliharaan armada telah meningkat 44%, dari USD1,1 triliun pada tahun 2018 menjadi USD1,58 triliun pada tahun 2023.
(mas)
Lihat Juga :