Menyayat Hati, Bocah Gaza Cium Tangan Petugas Bantuan lalu Ditembak Mati Tentara Israel
Jum'at, 01 Agustus 2025 - 08:27 WIB
loading...
A
A
A
Aguilar kemudian menggambarkan momen yang sangat emosional, mengatakan bahwa anak itu menghampirinya, meletakkan barang-barangnya, dengan lembut meletakkan tangan kecilnya di wajah tentara itu, mencium tangannya, dan mengucapkan terima kasih dalam bahasa Arab.
Anak laki-laki itu kemudian mengambil barang-barangnya dan kembali ke kerumunan. Beberapa menit kemudian, ketika dia pergi bersama warga sipil lainnya, pasukan Israel melepaskan tembakan dengan gas dan peluru tajam, menghantam Amir dan menewaskannya di tempat.
Aguilar menambahkan bahwa hari itu tidak berbeda dengan hari-hari lainnya di Gaza—hanya saja kematian datang lebih cepat.
“Saya ingin mengatakan kepada rakyat Amerika dan rakyat Israel. Warga sipil di Gaza yang mendapatkan makanan, mereka kelaparan, mereka bukan binatang, mereka diperlakukan seperti binatang,” ujarnya kepada UnXeptable, platform oleh ekspatriat Israel yang menyebut dirinya berujuan untuk menyelamatkan demokrasi Israel.
"Amir kecil berdiri...bersama orang banyak. Tapi dia berjalan mendekat dan...dia seperti berjalan ke arah saya dan mengulurkan tangannya. Awalnya saya pikir dia ingin makan lagi atau apalah dan saya merasa tidak enak karena saya tidak punya apa-apa, tapi saya seperti, oh, saya tidak punya apa-apa. Dan dia mengulurkan tangannya, jadi saya memanggilnya untuk datang. Saya bilang, kemarilah," kenang Aguilar.
"Amir mengulurkan tangan dan dia memegang tangan saya dan mencium tangan saya. Dia mencium tangan saya dan berkata, shukran (terima kasih)."
Anak laki-laki itu kemudian mengambil barang-barangnya dan kembali ke kerumunan. Beberapa menit kemudian, ketika dia pergi bersama warga sipil lainnya, pasukan Israel melepaskan tembakan dengan gas dan peluru tajam, menghantam Amir dan menewaskannya di tempat.
Aguilar menambahkan bahwa hari itu tidak berbeda dengan hari-hari lainnya di Gaza—hanya saja kematian datang lebih cepat.
“Saya ingin mengatakan kepada rakyat Amerika dan rakyat Israel. Warga sipil di Gaza yang mendapatkan makanan, mereka kelaparan, mereka bukan binatang, mereka diperlakukan seperti binatang,” ujarnya kepada UnXeptable, platform oleh ekspatriat Israel yang menyebut dirinya berujuan untuk menyelamatkan demokrasi Israel.
"Amir kecil berdiri...bersama orang banyak. Tapi dia berjalan mendekat dan...dia seperti berjalan ke arah saya dan mengulurkan tangannya. Awalnya saya pikir dia ingin makan lagi atau apalah dan saya merasa tidak enak karena saya tidak punya apa-apa, tapi saya seperti, oh, saya tidak punya apa-apa. Dan dia mengulurkan tangannya, jadi saya memanggilnya untuk datang. Saya bilang, kemarilah," kenang Aguilar.
"Amir mengulurkan tangan dan dia memegang tangan saya dan mencium tangan saya. Dia mencium tangan saya dan berkata, shukran (terima kasih)."
Lihat Juga :