Amir Berjalan 12 km untuk Mendapat Makanan dan Ditembak Mati Tentara Israel di Jebakan Maut Gaza

Kamis, 31 Juli 2025 - 16:06 WIB
loading...
A A A
"Anak laki-laki kecil ini, dari tempat asalnya, berjalan 12 kilometer hanya untuk sampai di sana. Dan ketika ia sampai di sana, ia berterima kasih kepada kami atas sisa-sisa makanan dan remah-remah kecil yang ia dapatkan," ungkap dia.

Dia Mengucapkan Terima Kasih


“Amir kemudian meletakkannya di tanah karena saya sedang berlutut saat itu. Dan dia meletakkan makanannya dan meletakkan tangannya di wajah saya, di sisi wajah saya, di pipi saya. Tangannya yang lemah, kurus kering, dan kotor. Dan dia meletakkannya di wajah saya dan mencium saya. Dia mencium saya dan berkata, Terima kasih dalam bahasa Inggris. Terima kasih,” papar dia.

Anak laki-laki itu kemudian mengumpulkan barang-barangnya dan berjalan kembali ke kelompok itu.

“Dan kemudian dia ditembaki dengan semprotan merica, gas air mata, granat kejut, dan peluru yang ditembakkan ke kakinya di udara. Dan dia lari ketakutan,” Aguilar menceritakan.

Dia berkata, “IDF (Tentara Israel) menembaki kerumunan, menembak ke arah kerumunan ini. Dan warga Palestina, warga sipil, manusia berjatuhan ke tanah, tertembak. Dan Amir adalah salah satunya.”

“Amir berjalan 12 kilometer untuk mendapatkan makanan, tidak mendapatkan apa-apa selain sisa-sisa makanan, berterima kasih kepada kami untuk itu dan meninggal!” Aguilar menjelaskan, menambahkan, “Itulah yang kami lakukan. Itu bukan satu-satunya kejadian. Itu terjadi setiap hari di beberapa titik di lokasi. Warga sipil tak berdosa ditembaki.”

Jebakan Maut


Skema bantuan GHF yang didukung Amerika Serikat (AS) dan Israel, yang diluncurkan pada akhir Mei, telah dikecam luas oleh organisasi-organisasi hak asasi manusia dan PBB, yang memperingatkan, “Menjadikan senjata untuk penyediaan makanan bagi warga sipil, selain membatasi atau mencegah akses mereka ke layanan penopang hidup, merupakan kejahatan perang dan, dalam keadaan tertentu, dapat merupakan unsur kejahatan lain menurut hukum internasional.”

Dalam wawancara lain dengan Democracy Now, Aguilar mengatakan lokasi-lokasi GHF dirancang untuk menjadi “jebakan maut.”

“Lokasi-lokasi tersebut tidak hanya menjadi jebakan maut, tetapi memang dirancang sebagai jebakan maut. Keempat lokasi distribusi tersebut sengaja dibangun, direncanakan, dan dibangun di tengah zona pertempuran aktif,” ujar dia.

Aguilar menambahkan, “Rancangannya bukanlah suatu kebetulan dan menunjuk lokasi distribusi kemanusiaan untuk melayani penduduk kelaparan tak bersenjata, membangunnya secara sengaja di zona pertempuran aktif merupakan pelanggaran protokol Konvensi Jenewa."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
Maroko Tandatangani...
Maroko Tandatangani Perjanjian dengan Dewan Perdamaian untuk Gabung Pasukan Internasional Gaza
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Senator AS yang Desak...
Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
Adara Ajak Masyarakat...
Adara Ajak Masyarakat Berkarya untuk Al-Aqsa dan Palestina melalui Art & Craft for Palestine
Presiden Terpilih Kolombia...
Presiden Terpilih Kolombia Bakal Buka Kedubes di Yerusalem, Pulihkan Aliansi Bersejarah!
Trump Tuduh China Intervensi...
Trump Tuduh China Intervensi Pilpres AS 2020 sehingga Kalah dari Joe Biden
Rekomendasi
Prabowo: Mencuri Uang...
Prabowo: Mencuri Uang Rakyat, Saya Tidak Toleransi
Misteri Brankas Rahasia:...
Misteri Brankas Rahasia: Mengapa Banyak Negara Pilih Simpan Cadangan Emasnya di Luar Negeri?
Polda Riau Bongkar Sawmill...
Polda Riau Bongkar Sawmill Illegal di Kampar, Sita Ratusan Batang Kayu Hasil Illegal Logging
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Infografis
Anggaran Militer Israel...
Anggaran Militer Israel Tahun 2024, Mayoritas untuk Perang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved