Ini Jumlah Kapal Induk Seluruh Dunia Sekarang, Punya Rusia Terancam Jadi Rongsokan

Selasa, 29 Juli 2025 - 16:23 WIB
loading...
Ini Jumlah Kapal Induk...
Ada puluhan kapal induk di seluruh dunia yang beroperasi saat ini. Namun, kapal induk satu-satunya milik Rusia terancam jadi rongsokan. Foto/via Wikipedia
A A A
JAKARTA - Kapal induk satu-satunya Rusia, Admiral Kuznetsov, terancam jadi rongsokkan setelah bobrok sejak 2017 dan perusahaan galangan kapal Moskow menyerah untuk memperbaikinya. Jika nasib Admiral Kuznetsov tamat, ada berapa jumlah kapal induk di seluruh dunia yang beroperasi saat ini?

Nasib kapal induk Admiral Kuznetsov, yang berusia 40 tahun, berada di ujung tanduk setelah bertahun-tahun diperbaiki tanpa hasil, dan pekerjaan pemeliharaannya ditangguhkan.

Andrei Kostin, ketua perusahaan galangan kapal negara Rusia (USC), mengatakan kepada surat kabar Kommersant: "Tidak ada gunanya lagi memperbaiki (Admiral Kuznetsov). Kapal itu sudah berusia lebih dari 40 tahun, dan biayanya sangat mahal."

Yoruk Isik, kepala konsultan Bosphorus Observer di Istanbul, mengatakan kepada Newsweek pada hari Senin (29/7/2025) bahwa langkah tersebut berarti "kehilangan prestise" bagi Angkatan Laut Rusia.

Kapal induk Admiral Kuznetsov diluncurkan pada tahun 1985, dan meskipun telah terlibat dalam kampanye militer Moskow di Suriah, kapal ini telah tidak beroperasi selama delapan tahun. Penundaan pemeliharaan selama bertahun-tahun dan pembengkakan biaya telah menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas teknisnya dalam peperangan modern.

Namun, pemusnahannya akan dianggap sebagai tanda menurunnya kemampuan Angkatan Laut Rusia, terutama karena pesawat nirawak Ukraina telah mengusir sebagian besar Armada Laut Hitamnya dari pangkalan utamanya di Crimea.

Jumlah Kapal Induk di Seluruh Dunia Saat Ini


Kapal induk, atau kapal Angkatan Laut raksasa yang mampu meluncurkan pesawat bersayap tetap dari deknya, merupakan salah satu aset terpenting yang dimiliki militer modern, dan mereka dapat mengubah kekuatan militer suatu negara.

Kapal induk, yang berawal dari Perang Dunia II, memungkinkan suatu negara untuk membangun pangkalan udara di mana pun di seluruh dunia pada waktu tertentu, sehingga kekuatan udara dapat mencapai medan tempur dalam hitungan hari.

Akibatnya, semua negara adidaya global terus mencari kapal induk tercanggih dan mumpuni untuk mendukung strategi militer menyeluruh mereka, yang banyak di antaranya akan menggunakan kapal-kapal ini untuk mengintimidasi musuh atau mendukung kekuatan lain di wilayah yang menjadi perhatian.

Namun, dulu jumlah kapal induk jauh lebih banyak daripada saat ini, kemungkinan besar karena kemajuan teknologi kapal selam dan rudal yang berkelanjutan, serta jangkauan pesawat yang lebih baik, yang semakin membuat kapal induk ini kurang relevan dalam pertempuran modern.

1. Amerika Serikat (11 Unit Bertenaga Nuklir)

♦USS Nimitz
♦USS Dwight D. Eisenhower
♦USS Carl Vinson
♦USS Abraham Lincoln
♦USS Theodore Roosevelt
♦USS George Washington
♦USS John C. Stennis
♦USS Harry S. Truman
♦USS Ronald Reagan
♦USS George H. W. Bush
♦USS Gerald R. Ford

2. China (3 Unit Bertenaga Diesel dan Sistem Propulsi Konvensional)

♦CNS Liaoning
♦CNS Shandong
♦CNS Fujian

3. Prancis (1 Unit Bertenaga Nuklir)

♦FS Charles de Gaulle

4. India (2 Unit Bertenaga Diesel)

♦INS Vikrant
♦INS Vikramaditya

5. Italia (2 Unit Bertenaga Diesel-Gas)

♦ITS Cavour
♦ITS Trieste

6. Jepang (2 Unit Bertenaga Turbin Gas)

♦JS Izumo
♦JS Kaga

7. Spanyol (1 Unit Bertenaga Turbin Gas-Diesel)

♦Juan Carlos I

8. Thailand (1 Unit Bertenaga Turbin Gas-Diesel)

♦HTMS Chakri Naruebet

9. Turki (1 Unit Bertenaga Diesel-Elektrik)

♦TCG Anadolu

10. Inggris Raya (2 Unit Bertenaga Penggerak Listrik Terpadu)

♦HMS Queen Elizabeth
♦HMS Prince of Wales

11. Rusia (1 Unit Bertenaga Uap)

♦Admiral Kuznetsov (tidak beroperasi karena rusak).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Janggal, Jubir Angkatan...
Janggal, Jubir Angkatan Laut Garda Revolusi Iran Tewas akibat Kecelakaan
Rekomendasi
Sidang Lanjutan Praperadilan...
Sidang Lanjutan Praperadilan Roy Suryo, Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban
Kejutan! Maroko Singkirkan...
Kejutan! Maroko Singkirkan Belanda Lewat Drama Adu Penalti
Betrand Peto Ungkap...
Betrand Peto Ungkap Momen Canggung Ruben Onsu Bertemu Sarwendah Sebelum Berangkat Umrah
Berita Terkini
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Infografis
Kapal Perang Rusia Tembaki...
Kapal Perang Rusia Tembaki Helikopter Jerman, Picu Ketakutan Perang Dunia III
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved