Trump: Israel Harus Buat Keputusan Terkait Gaza setelah Perundingan Gagal
Selasa, 29 Juli 2025 - 16:06 WIB
loading...
A
A
A
Presiden mengatakan tanpa bantuan AS, orang-orang di Gaza "akan kelaparan" dan menuduh Hamas mencuri, seraya mengklaim, "Banyak makanan itu dicuri oleh Hamas... mereka mencurinya, lalu menjualnya."
Ia mengatakan AS akan mengirimkan lebih banyak bantuan ke Gaza dan mendesak negara-negara lain untuk melakukan hal yang sama, seraya menambahkan situasi di Gaza "bukan masalah AS; ini masalah internasional."
Sebelumnya, utusan khusus Trump, Steve Witkoff, mengumumkan delegasi AS akan kembali ke Washington, DC, setelah tanggapan Hamas menunjukkan "kurangnya keinginan" untuk gencatan senjata di Gaza.
AS sekarang akan mempertimbangkan "opsi alternatif" untuk mengamankan sandera dan menstabilkan Gaza, menurut dia.
Sejak 2 Maret, Israel telah menarik kembali pelaksanaan gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran tahanan dengan Hamas, sementara tetap menutup perlintasan Gaza dan menghalangi ratusan truk bantuan memasuki wilayah kantong yang terkepung tersebut.
Menolak tekanan internasional untuk gencatan senjata, Israel telah melancarkan kampanye mematikan terhadap Gaza sejak akhir 2023, menewaskan lebih dari 59.800 warga Palestina, kebanyakan perempuan dan anak-anak.
Ia mengatakan AS akan mengirimkan lebih banyak bantuan ke Gaza dan mendesak negara-negara lain untuk melakukan hal yang sama, seraya menambahkan situasi di Gaza "bukan masalah AS; ini masalah internasional."
Sebelumnya, utusan khusus Trump, Steve Witkoff, mengumumkan delegasi AS akan kembali ke Washington, DC, setelah tanggapan Hamas menunjukkan "kurangnya keinginan" untuk gencatan senjata di Gaza.
AS sekarang akan mempertimbangkan "opsi alternatif" untuk mengamankan sandera dan menstabilkan Gaza, menurut dia.
Sejak 2 Maret, Israel telah menarik kembali pelaksanaan gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran tahanan dengan Hamas, sementara tetap menutup perlintasan Gaza dan menghalangi ratusan truk bantuan memasuki wilayah kantong yang terkepung tersebut.
Menolak tekanan internasional untuk gencatan senjata, Israel telah melancarkan kampanye mematikan terhadap Gaza sejak akhir 2023, menewaskan lebih dari 59.800 warga Palestina, kebanyakan perempuan dan anak-anak.
Lihat Juga :