Arab Saudi Tangkap Jemaah Umrah karena Kibarkan Bendera Palestina di Depan Kakbah

Senin, 28 Juli 2025 - 10:34 WIB
loading...
Arab Saudi Tangkap Jemaah...
Pasukan keamanan Arab Saudi menangkap jemaah umrah asal Mesir karena mengibarkan bendera Palestina di depan Kakbah di Masjidilharam, Makkah. Foto/via Middle East Eye
A A A
MAKKAH - Pasukan keamanan Arab Saudi telah menangkap seorang jemaah umrah asal Mesir di Masjidilharam, Makkah. Jemaah pria itu ditangkap setelah ia mengibarkan bendera Palestina di depan Kakbah sambil menyerukan umat Islam menyelamatkan anak-anak Gaza yang sekarat akibat kelaparan.

Mengutip laporan dari Middle East Eye, Senin (28/7/2025), rekaman video yang dibagikan daring menunjukkan pria itu berteriak "Wa Islamah!"—sebuah frasa yang secara historis digunakan untuk mengungkapkan kesedihan ketika umat Islam atau Muslim terancam—saat dia memohon intervensi segera untuk membantu penduduk Gaza yang kelaparan.

"Anak-anak Gaza sedang sekarat. Wahai Muslim!", teriak jemaah tersebut dalam adegan emosional yang direkam dan disebarkan di media sosial.

Baca Juga: Pangeran Al-Waleed Si Sleeping Prince Arab Saudi Meninggal: Apa yang Membuatnya Koma 20 Tahun?

Beberapa detik kemudian, petugas keamanan Arab Saudi muncul dan menangkapnya di Masjidilharam.

Insiden ini telah memicu kembali perdebatan mengenai larangan ketat Arab Saudi terhadap ekspresi politik di tempat-tempat suci umat Islam. Pihak berwenang kerajaan selama ini melarang semua slogan dan simbol, termasuk bendera nasional, selama pelaksanaan haji dan umrah, dengan alasan bahwa larangan tersebut untuk melindungi kesucian ibadah.

Kelompok hak asasi manusia The Monitoring Center for Hajj and Umrah Violations (Pusat Pemantauan Pelanggaran Haji dan Umrah) mengecam meningkatnya penangkapan jemaah hanya karena menyatakan solidaritas dengan Palestina di tengah perang Israel yang sedang berlangsung di Gaza.

Dalam pernyataan resminya, organisasi tersebut menggambarkan penangkapan tersebut sebagai tindakan represif dan tidak dapat dibenarkan. Mereka menegaskan bahwa penangkapan tersebut melanggar hak asasi manusia dan melanggar konvensi internasional yang menjamin hak untuk berekspresi secara damai dan solidaritas moral.

“Menahan jemaah karena menunjukkan dukungan kepada rakyat Gaza yang tertindas merupakan serangan terhadap kebebasan hati nurani dan bertentangan dengan nilai-nilai sakral yang terkait dengan tempat-tempat suci Islam," katanya.

Pernyataan tersebut juga menekankan bahwa memastikan keselamatan dan martabat semua jemaah merupakan tugas mendasar dari otoritas yang bertanggung jawab untuk mengelola Dua Masjid Suci.

Pada tahun 2023, seorang jemaah asal Inggris ditahan karena mengenakan keffiyeh putih dan tasbih berwarna bendera Palestina.

Pihak Kerajaan Arab Saudi belum berkomentar atas laporan penangkapan jemaah asal Mesir tersebut.

Arab Saudi Perjuangkan Solusi 2 Negara


Sementara itu, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan mengatakan konferensi tingkat tinggi tentang solusi dua negara yang akan diadakan di New York didasarkan pada posisi tegas Kerajaan Arab Saudi terhadap perjuangan Palestina dan upayanya untuk mencapai perdamaian yang adil dan komprehensif.

“Kami berharap dapat mendorong implementasi resolusi internasional yang menyerukan pembentukan dua negara di mana Palestina dapat menikmati negara merdeka mereka, [berkontribusi pada] tercapainya perdamaian dan stabilitas di kawasan, serta memajukannya menuju pembangunan dan kemakmuran,” kata Pangeran Faisal.

Komentar diplomat tinggi kepada Saudi Press Agency (SPA) tersebut muncul ketika Kerajaan Arab Saudi akan menjadi ketua bersama dengan Prancis minggu ini dalam sebuah konferensi tentang solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina.

Konferensi tersebut akan berlangsung di markas besar PBB di New York.

Pangeran Faisal mengatakan bahwa konferensi tersebut mendukung upaya Aliansi Global untuk Implementasi Solusi Dua Negara, sebuah inisiatif yang diumumkannya pada September 2024.

Pangeran Faisal menekankan bahwa Kerajaan Arab Saudi, di bawah kepemimpinan Raja Salman dan tindak lanjut dari Putra Mahkota Mohammed bin Salman, "sedang mengerahkan segala upaya untuk membangun perdamaian yang adil di kawasan Timur Tengah dan selalu berusaha...untuk mengakhiri penderitaan rakyat Palestina dan menghentikan lingkaran kekerasan."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Momen Haru, Sarwendah...
Momen Haru, Sarwendah Antar Anak Temui Ruben Onsu Jelang Berangkat Umrah
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Tragis, Ibu Hamil 9...
Tragis, Ibu Hamil 9 Bulan dan 4 Anaknya Tewas akibat Kebakaran Apartemen
Rekomendasi
IMX 2026: Setelah Jepang,...
IMX 2026: Setelah Jepang, Kini Bersiap Pecahkan Rekor di ICE BSD
12 Amalan Populer Hari...
12 Amalan Populer Hari Asyura 10 Muharam yang Dianjurkan Rasulullah SAW
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
Berita Terkini
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved