18.500 Tentara Israel Terluka sejak 7 Oktober, Banyak yang Menderita PTSD

Senin, 28 Juli 2025 - 10:01 WIB
loading...
18.500 Tentara Israel...
Sekitar 18.500 tentara Israel telah terluka sejak peristiwa 7 Oktober 2023, dengan ribuan didiagnosis menderita PTSD. Foto/Roya News
A A A
TEL AVIV - Sekitar 18.500 tentara Israel telah terluka sejak peristiwa 7 Oktober 2023, dengan ribuan didiagnosis menderita trauma psikologis dan gangguan stres pascatrauma (PTSD). Ini merupakan data terbaru Kementerian Pertahanan Israel.

Data tersebut telah diterbitkan media Israel, Ynet, pada hari Minggu. Menurut laporan tersebut, 3.769 tentara telah resmi diakui sebagai pasien PTSD.

Seorang pejabat Kementerian Pertahanan memperingatkan bahwa dampak psikologis tersebut akan semakin parah setelah perang melawan Hamas berakhir nanti. "Setelah perang berakhir, ini akan menjadi tantangan nasional bagi kita," katanya.

Baca Juga: Trump Bilang Israel Harus Menyingkirkan Hamas!

Pada tahun 2028, Departemen Rehabilitasi Kementerian memperkirakan akan merawat sekitar 100.000 veteran yang terluka dan cacat, dengan setidaknya setengahnya diproyeksikan akan didiagnosis dengan masalah kesehatan mental.

Saat ini, lebih dari 10.000 tentara Israel sedang menjalani perawatan kesehatan mental untuk trauma terkait keterlibatan mereka dalam genosida di Gaza, sementara 9.000 lainnya sedang dalam proses pengakuan PTSD.

Angka ini menandai peningkatan tajam dibandingkan dengan perang-perang sebelumnya. Setelah perang di Gaza tahun 2014, hanya 159 tentara yang didiagnosis menderita PTSD. Sebaliknya, 1.430 orang didiagnosis pada tahun 2023, dan jumlahnya melonjak pada tahun 2024 menjadi 2.210, angka tahunan tertinggi yang pernah tercatat.

Hampir setengah dari 18.500 tentara yang terluka berusia di bawah 30 tahun, banyak di antaranya adalah tentara cadangan. Gelombang besar ini telah membebani layanan kesehatan mental.

“Kami memiliki satu pekerja sosial untuk setiap 750 veteran penyandang disabilitas,” ujar seorang pejabat Kementerian Pertahanan, menambahkan bahwa rasio ini membuat perawatan individual hampir mustahil. Negara ini juga menghadapi kekurangan psikiater yang lebih luas.

Laporan Ynet juga menyoroti dampak ekonomi. Kementerian Pertahanan memperkirakan bahwa lebih dari 12.000 tentara, termasuk yang aktif bertugas dan tentara cadangan, telah keluar dari peran tempur militer dan juga meninggalkan angkatan kerja atau meninggalkan karier mereka sepenuhnya.

"Setiap bulan kami menerima telepon dari para mantan tentara yang mengalami tekanan psikologis yang intens akibat pertempuran di Gaza, serta korban jiwa dan kematian yang terjadi, terkait dengan pengalaman masa lalu selama bertugas," kata Kementerian Pertahanan Israel, yang dilansir Roya News.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
Insiden Tutup Mulut...
Insiden Tutup Mulut di Piala Dunia 2026: Messi Kebal Kartu Merah?
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
Jakarta Rawan Sinkhole,...
Jakarta Rawan Sinkhole, Wagub DKI Rano: Ada Daerah Berpotensi Ambles
Berita Terkini
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved