Membangkang terhadap AS, Prancis Akan Nekat Akui Negara Palestina

Jum'at, 25 Juli 2025 - 07:40 WIB
loading...
A A A
Sebelumnya pada hari Kamis, utusan khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, mengatakan bahwa Washington telah memutuskan untuk memulangkan tim negosiasinya untuk konsultasi setelah tanggapan terbaru dari Hamas. "Yang jelas menunjukkan kurangnya keinginan untuk mencapai gencatan senjata di Gaza," ujarnya.

Kesepakatan yang sedang dibahas menyerukan gencatan senjata selama 60 hari di mana Hamas akan membebaskan sepuluh sandera yang masih hidup dan jenazah 18 sandera lainnya secara bertahap, dengan imbalan pembebasan tahanan Palestina yang ditahan oleh Israel. Pasokan bantuan kemanusiaan akan ditingkatkan, dan kedua belah pihak akan mengadakan negosiasi menuju gencatan senjata yang langgeng.

Perundingan terhenti karena tuntutan yang saling bertentangan tentang cara mengakhiri perang. Hamas bersikeras hanya akan membebaskan semua sandera dengan imbalan penarikan penuh Israel dan penghentian permusuhan. Di sisi lain, Israel menolak untuk mengakhiri perang sampai Hamas melepaskan kekuasaan dan melucuti senjata, sebuah syarat yang ditolak oleh kelompok perlawanan Palestina tersebut.

Perang dimulai pada Oktober 2023 setelah serangan Hamas ke Israel selatan yang menewaskan 1.200 orang. Sejak itu, lebih dari 59.000 warga Palestina telah tewas, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Bukan Akhir dari Konflik,...
Bukan Akhir dari Konflik, MoU Perjanjian Damai AS-Iran Hanya Redakan Ketegangan
Rekomendasi
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Berita Terkini
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved