Krisis Kemanusiaan Memburuk, Truk-truk Bantuan Kosong Menunggu di Perlintasan Israel-Gaza

Rabu, 23 Juli 2025 - 07:30 WIB
loading...
Krisis Kemanusiaan Memburuk,...
Asap mengepul di atas Khan Yunis setelah serangan Israel di Gaza selatan, 22 Juli 2025. Foto/Abed Rahim Khatib/Anadolu Agency
A A A
GAZA - Puluhan truk kosong menunggu di perlintasan Zikim Israel pada Selasa (22/7/2025) untuk memuat makanan, tepung, dan pasokan kemanusiaan di bawah koordinasi Program Pangan Dunia (WFP). Israel tidak mengizinkan masuknya truk bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

Sebelumnya pada Minggu, WFP mengecam militer Israel atas penembakan terhadap konvoi kemanusiaan yang mengirimkan bantuan pangan ke Gaza utara.

WFP menyebut serangan itu "sama sekali tidak dapat diterima" dan mendesak diakhirinya segera kekerasan terhadap warga sipil yang mencari bantuan penyelamatan jiwa.

“Konvoi 25 truk tersebut memasuki Gaza melalui perlintasan Zikim dengan membawa pasokan vital ketika kerumunan di sekitarnya diserang oleh tank-tank Israel, penembak jitu, dan tembakan lainnya," ungkap pernyataan badan PBB itu.

"Orang-orang ini hanya berusaha mengakses makanan untuk memberi makan diri mereka sendiri dan keluarga mereka di ambang kelaparan," papar WFP, mengungkapkan kesedihan mendalam atas "hilangnya banyak nyawa" dan banyak lagi yang menderita luka-luka yang mengancam jiwa.

WFP mengkritik pelanggaran jaminan sebelumnya oleh otoritas Israel bahwa konvoi kemanusiaan tidak akan menghadapi keterlibatan militer.

Sebanyak 79 orang dilaporkan tewas di dekat perlintasan Zikim, tempat kerumunan warga sipil sedang menunggu truk makanan.

Data yang dirilis Kementerian Kesehatan Gaza menunjukkan lebih dari 1.020 pencari bantuan tewas sejak 27 Mei dan lebih dari 6.500 orang terluka oleh tembakan Israel di titik-titik distribusi bantuan yang didirikan di bawah mekanisme bantuan Israel, yang dikecam pejabat dan lembaga PBB sebagai "jebakan maut."

Gaza kini menghadapi salah satu bencana kemanusiaan terburuk dalam sejarahnya. Penyebaran kelaparan telah meningkat pesat sejak 2 Maret, ketika pasukan Israel menutup semua perlintasan perbatasan, menghentikan masuknya makanan, bahan bakar, dan bantuan medis.

Gejala malnutrisi parah telah menyebar luas, terutama di kalangan anak-anak dan pasien yang sakit kronis.

Israel telah menewaskan lebih dari 59.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, di Gaza sejak Oktober 2023.

Pengeboman yang gencar telah menghancurkan daerah kantong tersebut, hampir melumpuhkan sistem kesehatan, dan menciptakan kondisi seperti kelaparan.

November lalu, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perang yang dilakukannya di daerah kantong tersebut.

Baca juga: 1.054 Tewas saat Mencoba Mendapatkan Makanan di Gaza, Uni Eropa Ancam Israel
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Ekstrem! Pasangan Ini...
Ekstrem! Pasangan Ini Panjat Ujung Antena Empire State Building New York untuk Lamaran
Rekomendasi
Ada Kebakaran Dekat...
Ada Kebakaran Dekat Rel, KRL Lintas Tangerang Mengalami Keterlambatan
Swiss Unggul 1-0 atas...
Swiss Unggul 1-0 atas Aljazair di Babak Pertama Piala Dunia 2026
Top Skor Piala Dunia...
Top Skor Piala Dunia 2026: Cristiano Ronaldo Tambah 1 Gol
Berita Terkini
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Jadi Anak Presiden dan...
Jadi Anak Presiden dan Jabat Panglima Militer, Jenderal Ini Seenaknya Menutup Media
5 Pemimpin Muslim yang...
5 Pemimpin Muslim yang Jenazahnya Diawetkan sebelum Dimakamkan, Ali Khamenei Paling Lama
Ketika Uang Negara Rp35.914...
Ketika Uang Negara Rp35.914 Triliun Lenyap Dikorupsi sejak 2003
Mojtaba Disebut Tak...
Mojtaba Disebut Tak Akan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Ini Alasannya
Komika Turki Ditangkap...
Komika Turki Ditangkap atas Tuduhan Menghina Islam dan Erdogan
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved