Jet Tempur Hantam Sekolah Tewaskan 27 Orang: 'Teman Terbakar Ambruk di Kaki Saya, Memohon Diselamatkan'
Selasa, 22 Juli 2025 - 11:28 WIB
loading...
Korban tewas dalam insiden jet tempur jatuh dan menghantam sekolah di Bangladesh bertambah menjadi 27 orang. Foto/Mehedi Hasan/Dhaka Tribune
A
A
A
DHAKA - Bagi Purnima Das, Senin adalah hari yang biasa. Guru di Milestone School and College di lingkungan Uttara, Dhaka, Bangladesh, tersebut baru saja menyelesaikan salah satu kelas dan kembali ke ruang guru ketika dia dikejutkan oleh suara ledakan keras.
Saat dia bergegas keluar untuk melihat apa yang terjadi, pemandangan mengerikan menantinya di koridor– anak-anak berlarian panik dan tubuh mereka terbakar.
Sekolah tersebut merupakan lokasi jatuhnya jet tempur F-7 BJI atau BGI yang mematikan pada Senin pagi, yang menewaskan 27 orang—sebelumnya korban jiwa mencapai 19 orang—termasuk 16 anak-anak dan pilot Letnan Penerbang Toukir Islam.
Baca Juga: Jet Tempur yang Jatuh di Sekolah dan Tewaskan 20 Orang Merupakan Buatan China
Dua teman kerja Das juga termasuk di antara para korban tewas. Lebih dari 100 orang lainnya terluka; beberapa menderita luka bakar parah.
Das baru saja menyeberangi koridor yang terbakar setelah kecelakaan jet tempur buatan China itu. Gedung sekolah itu digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, sebagian besar siswa sekolah dasar dan menengah.
"Saat itu, 80% anak-anak di gedung itu sudah pulang. Dan kemudian terdengar suara gemuruh yang mengerikan di dalam gedung, tanpa saya sadari, saya melihat anak-anak kecil berlarian. Saya melihat tubuh mereka terbakar," kenang Das dalam sebuah unggahan Facebook, Selasa (22/7/2025).
Dia mengatakan dirinya bergegas ke kamar mandi dan menyiramkan air ke beberapa siswa yang menderita luka bakar. Saat itu, api dan kepanikan telah menyebar ke seluruh sekolah. Sementara itu, seorang guru berteriak meminta siswa untuk mengosongkan ruangan.
"Ketika saya keluar dari ruangan, saya melihat api yang begitu besar. Seluruh koridor terbakar. Hanya sekitar 60 cm dari saya, seorang teman saya berlari ke dalam api. Dia ambruk di kaki saya, memohon untuk diselamatkan. Seluruh tubuhnya terbakar. Saya berdiri di sana seperti batu. Seseorang menarik saya, dan kami dibawa keluar," kata Das.
Ketika dia kembali setelah lima menit, dia melihat tubuh para siswa muda yang terbakar di dalam gedung. "Mengapa saya tidak tergores sedikit pun, mengapa tidak terjadi apa-apa pada saya, saya tidak tahu. Wajah anak-anak kecil itu terbayang di depan mata saya," kata guru yang trauma itu.
Trauma tersebut juga berdampak besar pada para siswa, karena harus menyaksikan teman-teman sekelas mereka terbakar hingga tewas.
"Pesawat itu menghantam gedung sekolah tepat di depan mata saya," kenang Farhan Hasan, siswa yang baru saja menyelesaikan ujian dan meninggalkan ruang kelas.
"Sahabat saya, yang bersama saya di ruang ujian, meninggal tepat di depan mata saya," ujarnya kepada BBC Bangladesh.
Masud Tarik, seorang guru lain di sekolah tersebut, mengenang bahwa dia mendengar ledakan dan berbalik, hanya melihat api dan asap. Berbicara kepada Reuters, dia berkata, "Ketika saya menjemput anak-anak saya dan pergi ke gerbang, saya menyadari sesuatu datang dari belakang...Saya mendengar ledakan. Ketika saya melihat ke belakang, saya hanya melihat api dan asap."
Pesawat F-7BGI, versi canggih dari pesawat tempur J-7 China, sedang dalam penerbangan latihan ketika menabrak gedung sekolah di lingkungan yang ramai. Jet tersebut mengalami kerusakan mekanis dan jatuh saat mencoba menavigasi ke daerah yang kurang padat penduduknya, menurut pernyataan Angkatan Bersenjata Bangladesh.
Pesawat itu langsung menghantam gedung, kata seorang guru, Rezaul Islam, kepada BBC.
Para korban luka dirawat di tujuh rumah sakit. Setidaknya 25 di antaranya kritis. Sebuah komite investigasi telah dibentuk untuk menyelidiki kecelakaan tersebut.
Saat dia bergegas keluar untuk melihat apa yang terjadi, pemandangan mengerikan menantinya di koridor– anak-anak berlarian panik dan tubuh mereka terbakar.
Sekolah tersebut merupakan lokasi jatuhnya jet tempur F-7 BJI atau BGI yang mematikan pada Senin pagi, yang menewaskan 27 orang—sebelumnya korban jiwa mencapai 19 orang—termasuk 16 anak-anak dan pilot Letnan Penerbang Toukir Islam.
Baca Juga: Jet Tempur yang Jatuh di Sekolah dan Tewaskan 20 Orang Merupakan Buatan China
Dua teman kerja Das juga termasuk di antara para korban tewas. Lebih dari 100 orang lainnya terluka; beberapa menderita luka bakar parah.
Das baru saja menyeberangi koridor yang terbakar setelah kecelakaan jet tempur buatan China itu. Gedung sekolah itu digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, sebagian besar siswa sekolah dasar dan menengah.
"Saat itu, 80% anak-anak di gedung itu sudah pulang. Dan kemudian terdengar suara gemuruh yang mengerikan di dalam gedung, tanpa saya sadari, saya melihat anak-anak kecil berlarian. Saya melihat tubuh mereka terbakar," kenang Das dalam sebuah unggahan Facebook, Selasa (22/7/2025).
Dia mengatakan dirinya bergegas ke kamar mandi dan menyiramkan air ke beberapa siswa yang menderita luka bakar. Saat itu, api dan kepanikan telah menyebar ke seluruh sekolah. Sementara itu, seorang guru berteriak meminta siswa untuk mengosongkan ruangan.
"Ketika saya keluar dari ruangan, saya melihat api yang begitu besar. Seluruh koridor terbakar. Hanya sekitar 60 cm dari saya, seorang teman saya berlari ke dalam api. Dia ambruk di kaki saya, memohon untuk diselamatkan. Seluruh tubuhnya terbakar. Saya berdiri di sana seperti batu. Seseorang menarik saya, dan kami dibawa keluar," kata Das.
Ketika dia kembali setelah lima menit, dia melihat tubuh para siswa muda yang terbakar di dalam gedung. "Mengapa saya tidak tergores sedikit pun, mengapa tidak terjadi apa-apa pada saya, saya tidak tahu. Wajah anak-anak kecil itu terbayang di depan mata saya," kata guru yang trauma itu.
Trauma tersebut juga berdampak besar pada para siswa, karena harus menyaksikan teman-teman sekelas mereka terbakar hingga tewas.
"Pesawat itu menghantam gedung sekolah tepat di depan mata saya," kenang Farhan Hasan, siswa yang baru saja menyelesaikan ujian dan meninggalkan ruang kelas.
"Sahabat saya, yang bersama saya di ruang ujian, meninggal tepat di depan mata saya," ujarnya kepada BBC Bangladesh.
Masud Tarik, seorang guru lain di sekolah tersebut, mengenang bahwa dia mendengar ledakan dan berbalik, hanya melihat api dan asap. Berbicara kepada Reuters, dia berkata, "Ketika saya menjemput anak-anak saya dan pergi ke gerbang, saya menyadari sesuatu datang dari belakang...Saya mendengar ledakan. Ketika saya melihat ke belakang, saya hanya melihat api dan asap."
Pesawat F-7BGI, versi canggih dari pesawat tempur J-7 China, sedang dalam penerbangan latihan ketika menabrak gedung sekolah di lingkungan yang ramai. Jet tersebut mengalami kerusakan mekanis dan jatuh saat mencoba menavigasi ke daerah yang kurang padat penduduknya, menurut pernyataan Angkatan Bersenjata Bangladesh.
Pesawat itu langsung menghantam gedung, kata seorang guru, Rezaul Islam, kepada BBC.
Para korban luka dirawat di tujuh rumah sakit. Setidaknya 25 di antaranya kritis. Sebuah komite investigasi telah dibentuk untuk menyelidiki kecelakaan tersebut.
(mas)
Lihat Juga :