AS Kerahkan Bom Nuklir B61-12 ke Inggris usai Trump Ultimatum Putin

Selasa, 22 Juli 2025 - 10:31 WIB
loading...
A A A
Jet tempur siluman F-35A Lightning II, yang dioperasikan oleh Skuadron Tempur ke-493 dan Skuadron Tempur ke-495 yang berbasis di RAF Lakenheath, memiliki kemampuan untuk dipersenjatai dengan rudal nuklir B61-12.

Penambahan senjata termonuklir ke dalam persenjataan Inggris memberi negara itu pencegah nuklir kedua, di samping kapal selam kelas Vanguard-nya, yang masing-masing dipersenjatai dengan 40 hulu ledak nuklir yang telah dikerahkan.

Inggris pernah memiliki Angkatan Udara bersenjata nuklir, tetapi dinonaktifkan pada tahun 1998, dan memilih untuk "pencegahan berkelanjutan di laut". Kapal selam Vanguard berfungsi sebagai ancaman yang konstan dan tak terduga bagi musuh setiap saat.

Angkatan Udara Kerajaan Inggris sebelumnya diperlengkapi untuk mengerahkan bom WE 177, yang dikembangkan di Inggris, jika terjadi serangan nuklir.

Pada Senin malam pekan lalu, Trump mengultimatum Rusia untuk mengakhiri perangnya melawan Ukraina dalam waktu 50 hari. Jika tidak, dia mengancam akan mengenakan tarif "berat" hingga 100% kepada mitra dagang Moskow.

Ultimatum Trump disampaikan dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Oval Office Gedung Putih. "Kami sangat, sangat tidak senang—saya sangat tidak senang—dengan [Rusia], dan kami akan menerapkan tarif yang sangat berat jika tidak ada kesepakatan dalam waktu sekitar 50 hari," kata Trump.

Trump menyalahkan pendahulunya, mantan presiden Joe Biden, karena menyeret Washington ke dalam perang Rusia-Ukraina, dengan mengatakan bahwa AS telah menghabiskan sekitar USD350 miliar untuk bantuan bagi Ukraina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Detik-Detik 2 Helikopter...
Detik-Detik 2 Helikopter Tabrakan dan Tewaskan Penyanyi Oliver Tree, Menegangkan!
Rekomendasi
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
Aksi Bersih dan Penghijauan...
Aksi Bersih dan Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
Berita Terkini
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved