AS Kerahkan Bom Nuklir B61-12 ke Inggris usai Trump Ultimatum Putin

Selasa, 22 Juli 2025 - 10:31 WIB
loading...
AS Kerahkan Bom Nuklir...
Amerika Serikat dilaporkan telah mengerahkan beberapa bom nuklir B61-12 ke Inggris, beberapa hari setelah Presiden Donald Trump mengultimatum Presiden Rusia Vladimir Putin agar akhiri perang Ukraina. Foto/Airman 1st Class Devan Halstead/US Air Force
A A A
LONDON - Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah mengerahkan beberapa bom gravitasi termonuklir B61-12 ke Inggris. Laporan ini muncul beberapa hari setelah Presiden Amerika Donald Trump mengultimatum Presiden Rusia Vladimir Putin agar mengakhiri perangnya di Ukraina atau Moskow dihantam sanksi besar.

Mengutip laporan UK Defence Journal, Selasa (22/7/2025), beberapa bom gravitasi termonuklir B61-12 telah diangkut ke RAF Lakenheath, di Suffolk, Inggris, pekan lalu. RAF Lakenheath dilaporkan memiliki fasilitas penyimpanan senjata nuklir yang baru dibangun.

Bom B61-12 adalah senjata jatuh bebas yang dilepaskan dari pesawat. Bom ini memiliki berat sekitar 320 kg dan memiliki daya ledak lebih dari dua kali lipat bom nuklir Fat Man yang dijatuhkan di Nagasaki selama Perang Dunia II.

Baca Juga: Trump Ultimatum Rusia: Akhiri Perang Ukraina atau Dihajar Tarif 100%!

Senjata-senjata tersebut diduga diterbangkan dari Pusat Senjata Nuklir Angkatan Udara AS di Pangkalan Angkatan Udara Kirtland, New Mexico, menandai kembalinya penangkal nuklir AS ke tanah Inggris untuk pertama kalinya sejak 2008.

Penyingkiran sekitar 110 hulu ledak nuklir pada tahun 2008 menandai berakhirnya 54 tahun kehadiran senjata nuklir AS di Inggris, yang dimulai sejak Perang Dingin, ketika negara adidaya global tersebut mengurangi persenjataan nuklirnya di seluruh Eropa.

Departemen Pertahanan AS belum mengonfirmasi pengerahan senjata nuklir tersebut, dan Kementerian Pertahanan Inggris kemungkinan besar tidak akan mengungkapkan lokasinya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
Pemerintah Rusia Buka...
Pemerintah Rusia Buka Beasiswa S1 hingga S3 untuk Dosen dan Mahasiswa UNEJ
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Iran Ingatkan AS Patuhi...
Iran Ingatkan AS Patuhi Perjanjian Damai: Jika Ingin Perang, Kami Siap
Rekomendasi
Ironi Polestar: Dirakit...
Ironi Polestar: Dirakit di Amerika, tapi Tetap Dilarang Karena Software China
Perkuat Penyimpanan...
Perkuat Penyimpanan Pangan di Kalsel, Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog Kapasitas 3.500 Ton
Lewat Rural Youth AI...
Lewat Rural Youth AI Facilitator, Telkom Akselerasi Transformasi Digital UMKM di Wilayah 3T
Berita Terkini
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Israel Berupaya Provokasi...
Israel Berupaya Provokasi Konflik antara Tentara Lebanon dan Hizbullah
Infografis
Lawan Houthi, AS akan...
Lawan Houthi, AS akan Kerahkan Kapal Induk Nuklir Kedua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved