Trump Ultimatum Rusia: Akhiri Perang Ukraina atau Dihajar Tarif 100%!

Selasa, 15 Juli 2025 - 06:51 WIB
loading...
Trump Ultimatum Rusia:...
Presiden AS Donald Trump mengultimatum Rusia agar mengakhiri perangnya melawan Ukraina dalam waktu 50 hari. Jika tidak, dia akan mengenakan tarif 100 persen kepada mitra dagang Rusia. Foto/Gedung Putih
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengultimatum Rusia untuk mengakhiri perangnya melawan Ukraina dalam waktu 50 hari. Jika tidak, dia mengancam akan mengenakan tarif "berat" hingga 100% kepada mitra dagang Moskow.

Ultimatum Trump disampaikan pada hari Senin dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Oval Office Gedung Putih.

"Kami sangat, sangat tidak senang—saya sangat tidak senang—dengan [Rusia], dan kami akan menerapkan tarif yang sangat berat jika tidak ada kesepakatan dalam waktu sekitar 50 hari," kata Trump.

Baca Juga: Donald Trump: AS Akan Kirim Sistem Rudal Patriot ke Ukraina untuk Melawan Rusia

Trump menyalahkan pendahulunya, mantan presiden Joe Biden, karena menyeret Washington ke dalam perang Rusia-Ukraina, dengan mengatakan bahwa AS telah menghabiskan sekitar USD350 miliar untuk bantuan bagi Ukraina.

Presiden AS itu juga menyebutkan rancangan undang-undang (RUU) Kongres yang akan menjatuhkan sanksi lebih keras terhadap Rusia, dengan mengatakan, "Saya tidak yakin kita membutuhkannya, tetapi bagus mereka melakukannya...bisa sangat berguna."

Pemungutan suara Senat untuk RUU itu diperkirakan akan dilakukan minggu depan.

Trump mencatat bahwa, jika tidak ada kemajuan terkait konflik Ukraina, mengenakan tarif sekunder AS kepada Rusia tidak memerlukan persetujuan Kongres.

Tarif sekunder terkadang diberlakukan pada negara-negara yang berbisnis dengan negara yang dikenai sanksi.

Trump juga mengumumkan bahwa AS akan mengirimkan senjata ke Ukraina melalui NATO, yang akan menangani pembayaran dan distribusi.

"Kami telah membuat kesepakatan hari ini di mana kami akan mengirimkan senjata kepada mereka, dan mereka akan membayarnya," katanya, seperti dikutip Russia Today, Selasa (15/7/2025).

Rusia telah berulang kali mengecam Barat karena memasok senjata kepada Ukraina, memperingatkan bahwa hal ini hanya akan memperpanjang konflik dan tidak berdampak pada hasilnya.

Pasar saham Rusia melonjak setelah pernyataan Trump, dengan indeks utama melonjak hampir 3%, menurut data Bursa Efek Moskow.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Catat! Biaya Visa Masuk...
Catat! Biaya Visa Masuk Jepang Naik 5 Kali Lipat, Jadi Rp1,7 Juta
Rekomendasi
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Tokocrypto Resmi Bergabung...
Tokocrypto Resmi Bergabung ke Ekosistem ICEX Group, Proses Migrasi Lima PAKD Selesai
Wujudkan Liburan Impian...
Wujudkan Liburan Impian Tanpa Beban dengan Cashback Rp350.000
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved