5 Tentara Israel Bunuh Diri dalam 2 Minggu Terakhir, Ini Penyebab Utamanya
Senin, 21 Juli 2025 - 14:32 WIB
loading...
Lima tentara Israel bunuh diri dalam dua minggu terakhir. Foto/X/@IDF
A
A
A
GAZA - Setidaknya lima tentara Israel telah bunuh diri selama dua minggu terakhir, termasuk wajib militer dan prajurit cadangan yang baru saja diberhentikan setelah penempatan tempur yang diperpanjang di Gaza dan zona konflik aktif lainnya.
Angka bunuh diri di dalam jajaran Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah melonjak sejak negara Yahudi tersebut mengerahkan pasukan ke Gaza menyusul serangan mematikan Hamas pada 7 Oktober 2023. Tujuh tentara tewas karena bunuh diri pada akhir tahun 2023, diikuti oleh 21 kasus yang terkonfirmasi pada tahun 2024, dan setidaknya 20 insiden sejak awal tahun ini.
Kasus terbaru, yang dikonfirmasi pada hari Minggu, melibatkan seorang imigran Norwegia berusia 19 tahun yang berimigrasi ke Israel untuk bergabung dengan IDF kurang dari setahun yang lalu dan masih menjalani pelatihan.
Empat orang lainnya telah mengakhiri hidup mereka dalam dua minggu terakhir, termasuk seorang prajurit Brigade Golani yang menembak dirinya sendiri di pangkalan Sde Teiman, dan prajurit cadangan Daniel Edri, yang membakar diri setelah didiagnosis menderita gangguan stres pascatrauma.
"Kita tidak bisa bernapas lega menghadapi statistik ini," kata pemimpin oposisi Yair Lapid, dilansir RT. "Perang ini juga membunuh jiwa."
IDF telah mengonfirmasi bahwa ribuan prajurit cadangan telah mundur dari tugas tempur karena tekanan psikologis. Jumlah sebenarnya kasus bunuh diri akibat masalah kesehatan mental terkait tugas militer mungkin lebih tinggi, dengan Haaretz melaporkan setidaknya 12 veteran non-tempur yang kematiannya tidak tercatat dalam statistik resmi militer dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Berapa Kekayaan Sleeping Prince, Pangeran Arab Saudi yang Meninggal usai Koma 20 Tahun?
Sejak dimulainya operasi, 893 tentara Israel telah tewas, menurut data resmi, di samping hampir 1.200 warga sipil Israel yang tewas dalam serangan Hamas pada 7 Oktober. Serangan balasan tersebut telah mengakibatkan hampir 59.000 kematian warga Palestina, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Di luar Gaza, Israel telah melakukan serangan udara dan operasi darat terbatas di Lebanon, memperluas kehadiran militernya di Suriah, dan mengebom Iran. Israel juga telah meningkatkan aktivitasnya di Irak, Yaman, dan Tepi Barat. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan Israel bertempur di tujuh garis depan “untuk mempertahankan diri dari… kebiadaban.”
Angka bunuh diri di dalam jajaran Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah melonjak sejak negara Yahudi tersebut mengerahkan pasukan ke Gaza menyusul serangan mematikan Hamas pada 7 Oktober 2023. Tujuh tentara tewas karena bunuh diri pada akhir tahun 2023, diikuti oleh 21 kasus yang terkonfirmasi pada tahun 2024, dan setidaknya 20 insiden sejak awal tahun ini.
Kasus terbaru, yang dikonfirmasi pada hari Minggu, melibatkan seorang imigran Norwegia berusia 19 tahun yang berimigrasi ke Israel untuk bergabung dengan IDF kurang dari setahun yang lalu dan masih menjalani pelatihan.
Empat orang lainnya telah mengakhiri hidup mereka dalam dua minggu terakhir, termasuk seorang prajurit Brigade Golani yang menembak dirinya sendiri di pangkalan Sde Teiman, dan prajurit cadangan Daniel Edri, yang membakar diri setelah didiagnosis menderita gangguan stres pascatrauma.
5 Tentara Israel Bunuh Diri dalam 2 Minggu Terakhir, Ini Penyebab Utamanya
1. Trauma karena Bertempur Melawan Hamas
Sebagian besar kasus melibatkan prajurit cadangan yang bertugas aktif, dengan pejabat militer mengaitkan peningkatan tersebut dengan trauma terkait pertempuran, alih-alih keadaan pribadi atau keluarga."Kita tidak bisa bernapas lega menghadapi statistik ini," kata pemimpin oposisi Yair Lapid, dilansir RT. "Perang ini juga membunuh jiwa."
IDF telah mengonfirmasi bahwa ribuan prajurit cadangan telah mundur dari tugas tempur karena tekanan psikologis. Jumlah sebenarnya kasus bunuh diri akibat masalah kesehatan mental terkait tugas militer mungkin lebih tinggi, dengan Haaretz melaporkan setidaknya 12 veteran non-tempur yang kematiannya tidak tercatat dalam statistik resmi militer dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Berapa Kekayaan Sleeping Prince, Pangeran Arab Saudi yang Meninggal usai Koma 20 Tahun?
2. Perang Gaza Berlangsung Lama
Memasuki bulan ke-21, konflik Gaza telah memberikan tekanan yang sangat besar pada pasukan Israel, dengan pengerahan pasukan yang berkepanjangan dan kerugian yang terus meningkat.Sejak dimulainya operasi, 893 tentara Israel telah tewas, menurut data resmi, di samping hampir 1.200 warga sipil Israel yang tewas dalam serangan Hamas pada 7 Oktober. Serangan balasan tersebut telah mengakibatkan hampir 59.000 kematian warga Palestina, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Di luar Gaza, Israel telah melakukan serangan udara dan operasi darat terbatas di Lebanon, memperluas kehadiran militernya di Suriah, dan mengebom Iran. Israel juga telah meningkatkan aktivitasnya di Irak, Yaman, dan Tepi Barat. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan Israel bertempur di tujuh garis depan “untuk mempertahankan diri dari… kebiadaban.”
(ahm)
Lihat Juga :