NATO Ancam Rebut Wilayah Kaliningrad Secara Kilat, Rusia Siap Gunakan Senjata Nuklir

Minggu, 20 Juli 2025 - 07:35 WIB
loading...
NATO Ancam Rebut Wilayah...
NATO ancam rebut wilayah Kaliningrad dari Rusia secara kilat, Moskow siap balas dengan menggunakan senjata nuklir. Foto/Sputniknews
A A A
BRUSSELS - Seorang jenderal tinggi NATO memicu ketegangan baru antara Barat dan Moskow setelah menyatakan bahwa pasukan aliansi siap merebut wilayah Kaliningrad—kantong militer Rusia di Eropa—dalam waktu yang cepat. Moskow bereaksi keras, termasuk siap merespons dengan senjata nuklir.

Jenderal Christopher Donahue, Komandan Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) untuk Eropa dan Afrika, melontarkan ancaman itu dalam forum militer di LandEuro Conference. Dia mengungkapkan bahwa kekuatan darat NATO telah siap untuk menghadapi ancaman Rusia, khususnya di garis depan Eropa Timur.

“Kami sudah merancangnya. Kami sudah siap,” tegas Donahue, mengacu pada potensi operasi merebut Kaliningrad, sebagaimana dikutip dari Newsweek, Minggu (20/7/2025).

Baca Juga: Inilah Jenderal AS yang Diperintah Memasok Sistem Rudal Patriot ke Ukraina

"Kami tahu apa yang harus kami kembangkan, dan kasus penggunaan yang kami gunakan adalah Anda harus [mencegah] dari darat. Domain darat tidak menjadi kurang penting, malah menjadi lebih penting. Anda sekarang dapat menghancurkan gelembung A2AD [anti-access, aerial-denial] dari darat. Anda sekarang dapat mengambil alih laut dari darat. Semua hal yang kami saksikan terjadi di Ukraina," paparnya.

Kaliningrad, yang terjepit di antara Polandia dan Lithuania, adalah wilayah strategis Rusia yang menyimpan kekuatan militer signifikan, termasuk sistem pertahanan udara dan rudal yang diduga berkemampuan nuklir.

Wilayah ini secara historis adalah bekas kota Jerman; Königsberg, dan menjadi milik Uni Soviet usai Perang Dunia II. Kini, Kaliningrad menjadi pos militer garis depan Rusia di tengah negara-negara anggota NATO.

Rusia Siap Balas dengan Senjata Nuklir


Menanggapi ancaman NATO, Moskow bereaksi keras. Ketua Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Rusia, Leonid Slutsky, menyatakan bahwa serangan terhadap Kaliningrad sama dengan menyerang Rusia. "Akan ada tindakan balasan yang sesuai, termasuk penggunaan senjata nuklir," ujarnya.

Pernyataan Donahue terjadi bersamaan dengan peluncuran strategi baru NATO bertajuk "Eastern Flank Deterrence Line". Strategi ini bertujuan meningkatkan kemampuan militer darat aliansi, interoperabilitas antaranggota, serta integrasi digital dan kecerdasan buatan untuk respons cepat terhadap ancaman dari Rusia.

Inti dari strategi ini adalah mencegah Rusia merebut wilayah NATO—kekhawatiran yang mencuat sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya sudah memperingatkan bahwa jika Rusia tidak dihentikan di Ukraina, maka langkah selanjutnya bisa jadi adalah serangan langsung ke wilayah NATO.

“Jika kita tidak berdiri teguh, [Presiden Rusia Vladimir] Putin akan terus maju...dan bisa berubah menjadi perang dunia,” ujar Zelensky awal tahun ini.

Sementara itu, dokumen Strategi Nasional Prancis dan laporan intelijen Barat telah menyebut Rusia sebagai ancaman langsung terhadap stabilitas Eropa.

NATO kini mendesak negara-negara anggotanya untuk mempercepat investasi pertahanan. Rusia pun terus memperkuat militernya di wilayah-wilayah seperti Ukraina, perbatasan Baltik, hingga Kaliningrad.

Jika konflik benar-benar menyentuh Kaliningrad—wilayah kecil dengan pengaruh besar—dunia mungkin menyaksikan eskalasi militer yang belum pernah terjadi sejak Perang Dingin.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Daftar Poin Perjanjian...
Daftar Poin Perjanjian yang Dituntut Iran ke AS, Penarikan Pasukan Israel hingga Selat Hormuz
Rekomendasi
Inggris vs DR Kongo:...
Inggris vs DR Kongo: Gol Kilat Brian Cipenga Kejutkan The Three Lions
Rekomendasi Judul Microdrama...
Rekomendasi Judul Microdrama China di V+Short, Ceritanya Singkat tapi Bikin Nagih
TMII: Temuan Benda di...
TMII: Temuan Benda di Anjungan Sumbar Bukan Bom Tapi Mortir Peninggalan Lama
Berita Terkini
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Infografis
Jika Diinvasi Barat,...
Jika Diinvasi Barat, Rusia Pastikan Gunakan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved