NATO Ancam Rebut Wilayah Kaliningrad Secara Kilat, Rusia Siap Gunakan Senjata Nuklir
Minggu, 20 Juli 2025 - 07:35 WIB
loading...
A
A
A
Kaliningrad, yang terjepit di antara Polandia dan Lithuania, adalah wilayah strategis Rusia yang menyimpan kekuatan militer signifikan, termasuk sistem pertahanan udara dan rudal yang diduga berkemampuan nuklir.
Wilayah ini secara historis adalah bekas kota Jerman; Königsberg, dan menjadi milik Uni Soviet usai Perang Dunia II. Kini, Kaliningrad menjadi pos militer garis depan Rusia di tengah negara-negara anggota NATO.
Menanggapi ancaman NATO, Moskow bereaksi keras. Ketua Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Rusia, Leonid Slutsky, menyatakan bahwa serangan terhadap Kaliningrad sama dengan menyerang Rusia. "Akan ada tindakan balasan yang sesuai, termasuk penggunaan senjata nuklir," ujarnya.
Pernyataan Donahue terjadi bersamaan dengan peluncuran strategi baru NATO bertajuk "Eastern Flank Deterrence Line". Strategi ini bertujuan meningkatkan kemampuan militer darat aliansi, interoperabilitas antaranggota, serta integrasi digital dan kecerdasan buatan untuk respons cepat terhadap ancaman dari Rusia.
Inti dari strategi ini adalah mencegah Rusia merebut wilayah NATO—kekhawatiran yang mencuat sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.
Wilayah ini secara historis adalah bekas kota Jerman; Königsberg, dan menjadi milik Uni Soviet usai Perang Dunia II. Kini, Kaliningrad menjadi pos militer garis depan Rusia di tengah negara-negara anggota NATO.
Rusia Siap Balas dengan Senjata Nuklir
Menanggapi ancaman NATO, Moskow bereaksi keras. Ketua Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Rusia, Leonid Slutsky, menyatakan bahwa serangan terhadap Kaliningrad sama dengan menyerang Rusia. "Akan ada tindakan balasan yang sesuai, termasuk penggunaan senjata nuklir," ujarnya.
Pernyataan Donahue terjadi bersamaan dengan peluncuran strategi baru NATO bertajuk "Eastern Flank Deterrence Line". Strategi ini bertujuan meningkatkan kemampuan militer darat aliansi, interoperabilitas antaranggota, serta integrasi digital dan kecerdasan buatan untuk respons cepat terhadap ancaman dari Rusia.
Inti dari strategi ini adalah mencegah Rusia merebut wilayah NATO—kekhawatiran yang mencuat sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.
Lihat Juga :