Usai Berperang karena Druze, Israel dan Suriah Sepakat untuk Gencatan Senjata

Sabtu, 19 Juli 2025 - 15:15 WIB
loading...
Usai Berperang karena...
Israel dan Suriah sepakat untuk gencatan senjata. Foto/X/@SyriaRetold
A A A
DAMASKUS - Suriah dan Israel sepakat untuk gencatan senjata. Itu diungkapkan Duta Besar AS untuk Turki, Tom Barrack.

Kesepakatan itu "diterima" oleh Turki, Yordania, dan negara-negara tetangga lainnya, ujar duta besar yang juga menjabat sebagai utusan khusus AS untuk Suriah tersebut dalam sebuah unggahan di X.

"Kami menyerukan kepada kaum Druze, Badui, dan Sunni untuk meletakkan senjata mereka dan bersama dengan minoritas lainnya membangun identitas Suriah yang baru dan bersatu dalam perdamaian dan kesejahteraan dengan negara-negara tetangganya," kata Barrack, dilansir CNN.

Kedua belah pihak tidak langsung berkomentar mengenai kesepakatan yang dilaporkan tersebut.

Gencatan senjata terjadi setelah Israel melancarkan serangan udara di Suriah pada hari Rabu, yang menurut Israel bertujuan untuk melindungi kaum Druze, sebuah minoritas agama Arab. Bentrokan antara pasukan pro-pemerintah dan kaum Druze telah menewaskan banyak orang sejak jatuhnya diktator lama Suriah, Bashar al-Assad.

Baca Juga: NATO Ketar-ketir, Akankan BRICS Jadi Aliansi Militer?

Serangan udara Israel di Damaskus menargetkan beberapa gedung pemerintah, dengan pihak berwenang mengatakan setidaknya tiga orang tewas. Sebuah video dari saluran televisi Suriah menunjukkan gedung Kementerian Pertahanan diserang secara langsung, memaksa pembawa acara untuk berlindung.

Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa mengatakan pada Rabu malam waktu setempat bahwa tentara Suriah mulai menarik diri dari Suwayda, tempat bentrokan meletus selama akhir pekan antara milisi Druze dan suku Badui, yang mendorong pasukan pemerintah untuk campur tangan. Pemerintah Al-Sharaa juga mengumumkan gencatan senjata baru dengan faksi-faksi Druze.

Dalam pidato yang disiarkan televisi yang sama, al-Sharaa menuduh Israel berusaha memecah belah rakyat Suriah dan mengubah Suriah "menjadi medan perang kekacauan."

AS telah menyuarakan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan dan baru-baru ini melakukan upaya diplomatik untuk menyelesaikan konflik tersebut.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengadakan panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan pada hari Jumat untuk membahas masalah tersebut, menurut isi panggilan telepon dari Kementerian Luar Negeri Turki.

Rubio sebelumnya mengatakan pada Rabu malam bahwa semua pihak yang berkonflik telah menyepakati "langkah-langkah spesifik" untuk menyelesaikan situasi tersebut.

"Ini mengharuskan semua pihak untuk memenuhi komitmen yang telah mereka buat, dan inilah yang sepenuhnya kami harapkan dari mereka," kata Rubio di X.

Amos Yadlin, mantan mayor jenderal dan kepala Intelijen Militer Israel, mengatakan pada hari Jumat di acara "The Brief with Jim Sciutto" di CNN bahwa keterlibatan semua pihak – termasuk Turki, Israel, dan Yordania – "sangat masuk akal."

"Pertanyaannya adalah bagaimana orang-orang di lapangan akan bersikap, apakah pembalasan dari kedua komunitas akan berhenti," kata Yadlin.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Kecam Israel atas Penahanan...
Kecam Israel atas Penahanan 9 WNI Misi ke Gaza, Menlu Sugiono: Pelanggaran Hukum Internasional
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Tersangka
Hasil MotoGP Belanda...
Hasil MotoGP Belanda 2026: Ai Ogura Cetak Sejarah, Marc Marquez Keenam
Berita Terkini
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved