'Putin Bicara Manis lalu Mengebom Semua Orang'
Senin, 14 Juli 2025 - 11:28 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump sebut Presiden Rusia Vladimir Putin sosok yang bicara manis lalu mengebom semua orang pada malam hari di Ukraina. Foto/via Sputniknews
A
A
A
WASHINGTON - "Putin benar-benar mengejutkan banyak orang. Dia bicara manis lalu mengebom semua orang di malam hari," demikian luapan kejengkelan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kepada Presiden Rusia Vladimir Putin ketika hubungan mereka memburuk dalam sepekan terakhir.
Kata-kata kesal Trump itu disampaikan kepada wartawan pada hari Minggu ketika dia menyatakan bahwa Washington akan mengirim sistem pertahanan rudal Patriot ke Ukraina dan mengisyaratkan sanksi baru terhadap Rusia.
Pada pekan lalu, Trump mengatakan bahwa dia akan membuat "pernyataan besar tentang Rusia" pada hari Senin (14/7/2025).
Baca Juga: Bukan soal Ideologi, Ini Penyebab Rusia-Barat Bentrok Versi Putin
Pemimpin Amerika itu dijadwalkan akan melakukan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Washington pada hari Senin. Sedangkan utusan khusus Trump, Keith Kellogg, memulai perjalanan terbarunya ke Ukraina.
Invasi Rusia terhadap Ukraina telah berlangsung selama lebih dari tiga tahun, dengan serangan yang semakin intensif pada musim panas ini dan negosiasi yang dipimpin AS sejauh ini belum membuahkan hasil untuk mengakhiri pertempuran.
Dengan alasan kondisi Ukraina semakin menderita akibat invasi Rusia, Trump memutuskan akan mengirim sistem pertahanan rudal Patriot ke Kyiv.
"Kami akan mengirimkan Patriot kepada mereka, yang sangat mereka butuhkan," kata Trump, tanpa merinci berapa banyak yang akan dia kirim.
"Saya belum menyepakati jumlahnya, tetapi mereka akan menerima beberapa karena mereka memang membutuhkan perlindungan," ujarnya kepada wartawan di Pangkalan Gabungan Andrews, sekembalinya dari menonton final Piala Dunia Antarklub FIFA di New Jersey, sebagaimana dikutip AFP.
Gedung Putih telah mengubah keputusannya dari pengumuman awal bulan ini yang menyatakan akan menghentikan beberapa pengiriman senjata ke Kyiv, dan malah mengumumkan kesepakatan baru yang mengharuskan NATO membayar Amerika Serikat untuk beberapa senjata yang dikirimnya ke Ukraina.
"Pada dasarnya, kami akan mengirimkan berbagai peralatan militer yang sangat canggih kepada mereka dan mereka akan membayar kami 100 persen," kata Trump. "Ini akan menjadi bisnis bagi kami," imbuhnya.
Awal pekan ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Ukraina hampir mencapai kesepakatan multi-level mengenai sistem dan rudal Patriot baru untuk Kyiv.
Ketika pertama kali kembali ke Gedung Putih pada bulan Januari, Trump bersikeras bahwa dia bisa bekerja sama dengan Putin untuk mengakhiri perang, menunda peningkatan sanksi tidak seperti sekutu Eropa.
Namun, Rusia telah berbulan-bulan menolak gencatan senjata yang diusulkan oleh Amerika Serikat dan Kyiv.
Trump telah berulang kali menyuarakan ketidakpuasannya terhadap Putin dalam beberapa hari terakhir, dan pada hari Minggu mengisyaratkan bahwa dia mungkin akhirnya siap untuk memperketat sanksi seiring dengan meningkatnya momentum untuk "paket pencegah" di Kongres.
Ketika ditanya apakah dia akan mengumumkan sanksi apa pun terhadap Rusia, Trump menjawab: "Kita lihat saja apa yang akan kita lihat besok, oke?"
Sebelumnya pada hari Minggu, para senator AS menggembar-gemborkan RUU bipartisan yang akan mempersenjatai Trump dengan sanksi "palu godam" untuk digunakan melawan Rusia.
"RUU sanksi akan memungkinkan Trump untuk menyerang ekonomi Putin, dan semua negara yang mendukung mesin perang Putin," ujar Senator Republik Lindsey Graham kepada penyiar CBS News.
"RUU ini akan memberi Presiden Trump kemampuan untuk mengenakan tarif 500 persen pada negara mana pun yang membantu Rusia," kata Graham, menambahkan bahwa tarif tersebut dapat mencakup negara-negara yang membeli barang-barang Rusia seperti China, India, atau Brasil.
"Ini benar-benar palu godam yang tersedia bagi Presiden Trump untuk mengakhiri perang ini," kata Graham.
"Tanpa diragukan lagi, inilah jenis daya ungkit yang dapat mendekatkan perdamaian dan memastikan diplomasi tidak sia-sia," imbuh Zelensky tentang RUU yang diusulkan para senator AS dalam sebuah postingan di X.
Graham dan Senator Demokrat Richard Blumenthal juga dijadwalkan bertemu dengan pemimpin NATO Mark Rutte pada Senin malam.
Blumenthal mengatakan kepada CBS News bahwa mereka juga akan membahas isu hukum yang pelik terkait pembukaan aset Rusia yang dibekukan di Eropa dan Amerika Serikat untuk diakses oleh Ukraina.
"USD5 miliar yang dimiliki Amerika Serikat juga dapat diakses, dan saya pikir sudah saatnya untuk melakukannya," kata Blumenthal.
Kata-kata kesal Trump itu disampaikan kepada wartawan pada hari Minggu ketika dia menyatakan bahwa Washington akan mengirim sistem pertahanan rudal Patriot ke Ukraina dan mengisyaratkan sanksi baru terhadap Rusia.
Pada pekan lalu, Trump mengatakan bahwa dia akan membuat "pernyataan besar tentang Rusia" pada hari Senin (14/7/2025).
Baca Juga: Bukan soal Ideologi, Ini Penyebab Rusia-Barat Bentrok Versi Putin
Pemimpin Amerika itu dijadwalkan akan melakukan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Washington pada hari Senin. Sedangkan utusan khusus Trump, Keith Kellogg, memulai perjalanan terbarunya ke Ukraina.
Invasi Rusia terhadap Ukraina telah berlangsung selama lebih dari tiga tahun, dengan serangan yang semakin intensif pada musim panas ini dan negosiasi yang dipimpin AS sejauh ini belum membuahkan hasil untuk mengakhiri pertempuran.
Dengan alasan kondisi Ukraina semakin menderita akibat invasi Rusia, Trump memutuskan akan mengirim sistem pertahanan rudal Patriot ke Kyiv.
"Kami akan mengirimkan Patriot kepada mereka, yang sangat mereka butuhkan," kata Trump, tanpa merinci berapa banyak yang akan dia kirim.
"Saya belum menyepakati jumlahnya, tetapi mereka akan menerima beberapa karena mereka memang membutuhkan perlindungan," ujarnya kepada wartawan di Pangkalan Gabungan Andrews, sekembalinya dari menonton final Piala Dunia Antarklub FIFA di New Jersey, sebagaimana dikutip AFP.
Gedung Putih telah mengubah keputusannya dari pengumuman awal bulan ini yang menyatakan akan menghentikan beberapa pengiriman senjata ke Kyiv, dan malah mengumumkan kesepakatan baru yang mengharuskan NATO membayar Amerika Serikat untuk beberapa senjata yang dikirimnya ke Ukraina.
"Pada dasarnya, kami akan mengirimkan berbagai peralatan militer yang sangat canggih kepada mereka dan mereka akan membayar kami 100 persen," kata Trump. "Ini akan menjadi bisnis bagi kami," imbuhnya.
Awal pekan ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Ukraina hampir mencapai kesepakatan multi-level mengenai sistem dan rudal Patriot baru untuk Kyiv.
Ketika pertama kali kembali ke Gedung Putih pada bulan Januari, Trump bersikeras bahwa dia bisa bekerja sama dengan Putin untuk mengakhiri perang, menunda peningkatan sanksi tidak seperti sekutu Eropa.
Namun, Rusia telah berbulan-bulan menolak gencatan senjata yang diusulkan oleh Amerika Serikat dan Kyiv.
Trump telah berulang kali menyuarakan ketidakpuasannya terhadap Putin dalam beberapa hari terakhir, dan pada hari Minggu mengisyaratkan bahwa dia mungkin akhirnya siap untuk memperketat sanksi seiring dengan meningkatnya momentum untuk "paket pencegah" di Kongres.
Ketika ditanya apakah dia akan mengumumkan sanksi apa pun terhadap Rusia, Trump menjawab: "Kita lihat saja apa yang akan kita lihat besok, oke?"
"Sanksi Palu Godam"
Sebelumnya pada hari Minggu, para senator AS menggembar-gemborkan RUU bipartisan yang akan mempersenjatai Trump dengan sanksi "palu godam" untuk digunakan melawan Rusia.
"RUU sanksi akan memungkinkan Trump untuk menyerang ekonomi Putin, dan semua negara yang mendukung mesin perang Putin," ujar Senator Republik Lindsey Graham kepada penyiar CBS News.
"RUU ini akan memberi Presiden Trump kemampuan untuk mengenakan tarif 500 persen pada negara mana pun yang membantu Rusia," kata Graham, menambahkan bahwa tarif tersebut dapat mencakup negara-negara yang membeli barang-barang Rusia seperti China, India, atau Brasil.
"Ini benar-benar palu godam yang tersedia bagi Presiden Trump untuk mengakhiri perang ini," kata Graham.
"Tanpa diragukan lagi, inilah jenis daya ungkit yang dapat mendekatkan perdamaian dan memastikan diplomasi tidak sia-sia," imbuh Zelensky tentang RUU yang diusulkan para senator AS dalam sebuah postingan di X.
Graham dan Senator Demokrat Richard Blumenthal juga dijadwalkan bertemu dengan pemimpin NATO Mark Rutte pada Senin malam.
Blumenthal mengatakan kepada CBS News bahwa mereka juga akan membahas isu hukum yang pelik terkait pembukaan aset Rusia yang dibekukan di Eropa dan Amerika Serikat untuk diakses oleh Ukraina.
"USD5 miliar yang dimiliki Amerika Serikat juga dapat diakses, dan saya pikir sudah saatnya untuk melakukannya," kata Blumenthal.
(mas)
Lihat Juga :