Israel Siapkan Rafah Jadi Kamp Pemindahan Warga Gaza
Sabtu, 12 Juli 2025 - 21:50 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Menhan Israel Rayakan Kehancuran Gaza, Brigade Al Qassam Hancurkan Tank Zionis
Ia mengatakan tampaknya setiap warga Palestina yang menolak memasuki zona tersebut akan dianggap sebagai target yang sah oleh pasukan Israel. "Dengan kata lain, mereka yang tersisa kemungkinan besar akan dibunuh."
Analis politik Israel, Akiva Eldar, mengatakan mayoritas warga Israel "sangat terkejut" dengan rencana penggusuran seluruh penduduk Palestina di Gaza ke reruntuhan Rafah, yang akan "ilegal dan tidak bermoral".
Eldar mengatakan Israel bermaksud memerintahkan semua warga Palestina untuk pindah ke selatan garis ini, sehingga mereka dapat mencap mereka yang masih berada di sisi lain sebagai teroris dan membunuh mereka. Pesan yang mendasari rencana ini adalah bahwa "tidak boleh ada dua orang di antara sungai dan laut, dan mereka yang berhak memiliki negara hanyalah orang-orang Yahudi," tambah analis tersebut.
Kemudian, seiring Israel mengumumkan niatnya untuk mengumpulkan penduduk Gaza di sebuah "kota kemanusiaan" di Rafah selatan, profesor Timur Tengah di Universitas Turin, Lorenzo Kamel, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pengusiran warga Palestina dari tanah mereka dan pemusatan mereka di area terlarang bukanlah hal baru.
Ia mengatakan tampaknya setiap warga Palestina yang menolak memasuki zona tersebut akan dianggap sebagai target yang sah oleh pasukan Israel. "Dengan kata lain, mereka yang tersisa kemungkinan besar akan dibunuh."
Analis politik Israel, Akiva Eldar, mengatakan mayoritas warga Israel "sangat terkejut" dengan rencana penggusuran seluruh penduduk Palestina di Gaza ke reruntuhan Rafah, yang akan "ilegal dan tidak bermoral".
Eldar mengatakan Israel bermaksud memerintahkan semua warga Palestina untuk pindah ke selatan garis ini, sehingga mereka dapat mencap mereka yang masih berada di sisi lain sebagai teroris dan membunuh mereka. Pesan yang mendasari rencana ini adalah bahwa "tidak boleh ada dua orang di antara sungai dan laut, dan mereka yang berhak memiliki negara hanyalah orang-orang Yahudi," tambah analis tersebut.
Kemudian, seiring Israel mengumumkan niatnya untuk mengumpulkan penduduk Gaza di sebuah "kota kemanusiaan" di Rafah selatan, profesor Timur Tengah di Universitas Turin, Lorenzo Kamel, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pengusiran warga Palestina dari tanah mereka dan pemusatan mereka di area terlarang bukanlah hal baru.
Lihat Juga :