Viral, Perwira Intelijen Ukraina Ditembak Mati Pria Bertopeng dari Jarak Dekat
Jum'at, 11 Juli 2025 - 14:42 WIB
loading...
Rekaman CCTV menunjukkan momen dramatis seorang perwira intelijen senior Ukraina ditembak mati oleh seorang pria bertopeng dari jarak dekat di Kyiv. Foto/X/@RT_com
A
A
A
KYIV - Seorang perwira intelijen senior Ukraina telah ditembak mati oleh seorang pria bertopeng dari jarak dekat pada hari Kamis di Kyiv. Penembakan ini terekam CCTV, dan rekaman video tersebut sekarang viral di media sosial.
Pihak berwenang Ukraina untuk memulai penyelidikan dan memastikan apakah itu merupakan pembunuhan kriminal atau terkait perang dengan Rusia.
Dinas Keamanan Ukraina (SBU) telah mengonfirmasi penembakan tersebut, dan menambahkan bahwa penyelidikan sedang berlangsung.
Baca Juga: Curi Rahasia Rudal Ukraina, Ayah-Anak China Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
Menurut rekaman CCTV yang diperoleh CNN, Jumat (11/7/2025), seorang pria—yang akhirnya diidentifikasi sebagai perwira intelijen senior Ukraina—terlihat berjalan keluar dari gedung apartemennya di distrik Holosiivskyi, Ibu Kota Ukraina. Sambil membawa dua tas, dia terlihat menuju mobil yang terparkir ketika seorang pria bertopeng mendekatinya dan menembaknya dari jarak dekat. Perwira itu langsung ambruk.
Tersangka menembak lagi, kemudian memasukkan pistol ke dalam celana pendeknya, dan berlari ke arah lain.
Perwira intelijen senior tersebut, yang diidentifikasi oleh media Ukraina sebagai Kolonel Ivan Voronych, dilaporkan bertanggung jawab atas divisi 1 departemen ke-16 SBU, yang berspesialisasi dalam kegiatan tingkat tinggi seperti misi keamanan, operasi khusus, dan kontraterorisme.
Roman Chervinsky, mantan perwira intelijen Ukraina, mengatakan kepada The Telegraph: "Dengan lima tembakan jarak dekat saat meninggalkan apartemen hari ini pukul 08.00 pagi, pembunuh musuh melakukan pekerjaan kotornya."
"Kolonel Voronych telah memerangi musuh sejak 2014," imbuh dia.
Pihak SBU mengatakan kepada The New York Post bahwa penyelidikan kriminal telah diluncurkan, menambahkan bahwa mereka dan Kepolisian Nasional kini bekerja sama untuk menyelidiki keadaan dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menangkap mereka yang bertanggung jawab.
Insiden mengejutkan itu terjadi tiga bulan setelah Yaroslav Maskalik, seorang jenderal senior militer Rusia, tewas dalam ledakan mobil di Moskow—sehari setelah Rusia melancarkan serangan mematikan di Ukraina.
Pada bulan Desember 2024, Jenderal Rusia berpangkat tinggi Igor Kirillov tewas, dan pasukan keamanan Ukraina diduga berada di balik serangan itu. Namun, para pejabat Ukraina tidak pernah secara resmi mengonfirmasi keterlibatan mereka.
Pada hari Selasa, lebih dari 728 pesawat nirawak dan 13 rudal balistik Rusia menyerang berbagai kota di Ukraina, yang digambarkan sebagai serangan udara terbesar sejak perang dimulai pada tahun 2022.
Pada hari Kamis, serangan udara Rusia yang baru menghantam Kyiv, menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai 16 lainnya.
Pihak berwenang Ukraina untuk memulai penyelidikan dan memastikan apakah itu merupakan pembunuhan kriminal atau terkait perang dengan Rusia.
Dinas Keamanan Ukraina (SBU) telah mengonfirmasi penembakan tersebut, dan menambahkan bahwa penyelidikan sedang berlangsung.
Baca Juga: Curi Rahasia Rudal Ukraina, Ayah-Anak China Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
Menurut rekaman CCTV yang diperoleh CNN, Jumat (11/7/2025), seorang pria—yang akhirnya diidentifikasi sebagai perwira intelijen senior Ukraina—terlihat berjalan keluar dari gedung apartemennya di distrik Holosiivskyi, Ibu Kota Ukraina. Sambil membawa dua tas, dia terlihat menuju mobil yang terparkir ketika seorang pria bertopeng mendekatinya dan menembaknya dari jarak dekat. Perwira itu langsung ambruk.
Tersangka menembak lagi, kemudian memasukkan pistol ke dalam celana pendeknya, dan berlari ke arah lain.
Perwira intelijen senior tersebut, yang diidentifikasi oleh media Ukraina sebagai Kolonel Ivan Voronych, dilaporkan bertanggung jawab atas divisi 1 departemen ke-16 SBU, yang berspesialisasi dalam kegiatan tingkat tinggi seperti misi keamanan, operasi khusus, dan kontraterorisme.
Roman Chervinsky, mantan perwira intelijen Ukraina, mengatakan kepada The Telegraph: "Dengan lima tembakan jarak dekat saat meninggalkan apartemen hari ini pukul 08.00 pagi, pembunuh musuh melakukan pekerjaan kotornya."
"Kolonel Voronych telah memerangi musuh sejak 2014," imbuh dia.
Pihak SBU mengatakan kepada The New York Post bahwa penyelidikan kriminal telah diluncurkan, menambahkan bahwa mereka dan Kepolisian Nasional kini bekerja sama untuk menyelidiki keadaan dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menangkap mereka yang bertanggung jawab.
Insiden mengejutkan itu terjadi tiga bulan setelah Yaroslav Maskalik, seorang jenderal senior militer Rusia, tewas dalam ledakan mobil di Moskow—sehari setelah Rusia melancarkan serangan mematikan di Ukraina.
Pada bulan Desember 2024, Jenderal Rusia berpangkat tinggi Igor Kirillov tewas, dan pasukan keamanan Ukraina diduga berada di balik serangan itu. Namun, para pejabat Ukraina tidak pernah secara resmi mengonfirmasi keterlibatan mereka.
Pada hari Selasa, lebih dari 728 pesawat nirawak dan 13 rudal balistik Rusia menyerang berbagai kota di Ukraina, yang digambarkan sebagai serangan udara terbesar sejak perang dimulai pada tahun 2022.
Pada hari Kamis, serangan udara Rusia yang baru menghantam Kyiv, menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai 16 lainnya.
(mas)
Lihat Juga :