Indonesia Tak Takut Ancaman Tarif Trump pada Semua Anggota BRICS

Jum'at, 11 Juli 2025 - 00:01 WIB
loading...
Indonesia Tak Takut...
Para pemimpin negara-negara anggota BRICS berfoto bersama dalam KTT di Brasil. Foto/kantor pm india
A A A
RIO DE JANEIRO - Indonesia akan tetap menjadi anggota BRICS meskipun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memenuhi ancamannya untuk mengenakan tarif tambahan kepada kelompok tersebut. Pernyataan tegas itu diungkap Menteri Sekretaris Negara Indonesia Prasetyo Hadi, dilansir RT.com.

Awal pekan ini, Trump memperingatkan ia akan mengenakan bea masuk tambahan sebesar 10% kepada negara mana pun yang "berpihak" kepada BRICS, yang menurutnya, mengadopsi "kebijakan anti-Amerika."

Prasetyo mengatakan kepada para wartawan pada hari Rabu (9/7/2025) bahwa Indonesia, yang bergabung dengan blok tersebut sebagai anggota penuh pada awal 2025, memandang potensi tarif tambahan AS "sebagai bagian dari konsekuensi bergabung dengan BRICS."

"Kita harus menghadapinya," tegas Prasetyo, dilansir RT.com.

Indonesia dan Afrika Selatan adalah dua negara BRICS di antara 14 negara yang baru-baru ini menerima surat peringatan dari AS tentang tarif yang tinggi mulai 1 Agustus.

Menurut Washington, Indonesia akan dikenakan tarif sebesar 32%. Angka tersebut akan meningkat menjadi 42% jika ancaman Trump untuk mengenakan bea tambahan kepada negara-negara anggota blok tersebut terwujud.

Menurut Prasetyo, tarif tersebut belum final. Indonesia telah mengirimkan menteri ekonominya ke Washington dalam upaya menegosiasikan persyaratan yang lebih baik, menurut dia.

Dalam deklarasi di KTT BRICS di Rio de Janeiro akhir pekan lalu, negara-negara anggota Brasil, China, Mesir, Etiopia, India, india, Iran, Federasi Rusia, Afrika Selatan, dan UEA mengutuk "kenaikan tarif yang tidak pandang bulu," dengan mengatakan hal itu dapat mengurangi perdagangan global dan mengganggu rantai pasokan.

Dalam serangan lain terhadap BRICS pada hari Selasa, Trump menuduh blok tersebut mencoba "melemahkan" dan "menghancurkan" dolar AS.

Trump berjanji bahwa ia "tidak akan membiarkan hal itu terjadi."

Negara-negara BRICS mengintensifkan upaya mengurangi ketergantungan mereka pada mata uang pihak ketiga dalam perdagangan bilateral setelah AS dan Uni Eropa membekukan aset Rusia, yang sebagian besar disimpan dalam dolar dan euro, sebagai bagian dari sanksi terhadap Moskow menyusul eskalasi konflik Ukraina pada Februari 2022.

Para pemimpin BRICS telah menyatakan mereka tidak tertarik melemahkan dolar, dan mata uang AS hanya dapat dilemahkan melalui politisasinya.

Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya mengatakan Moskow tidak pernah membuat keputusan untuk melepaskan dolar, tetapi justru dilarang menggunakannya oleh Washington.

Menurut pemimpin Rusia tersebut, dorongan negara-negara untuk mencari alat pembayaran alternatif, akibat "persenjataan" mata uangnya oleh Washington, tidak dapat dibalikkan melalui langkah-langkah yang lebih ketat.

Baca juga: 2 Negara Pendukung dan 12 Penentang Keras Rencana Gaza Riviera Trump
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Selat Hormuz Ditutup...
Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
Trump Ingin Relokasi...
Trump Ingin Relokasi Warga Gaza ke Indonesia, Kemlu: Tak Dapat Diterima!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved