Indonesia Tak Takut Ancaman Tarif Trump pada Semua Anggota BRICS
Jum'at, 11 Juli 2025 - 00:01 WIB
loading...
A
A
A
Negara-negara BRICS mengintensifkan upaya mengurangi ketergantungan mereka pada mata uang pihak ketiga dalam perdagangan bilateral setelah AS dan Uni Eropa membekukan aset Rusia, yang sebagian besar disimpan dalam dolar dan euro, sebagai bagian dari sanksi terhadap Moskow menyusul eskalasi konflik Ukraina pada Februari 2022.
Para pemimpin BRICS telah menyatakan mereka tidak tertarik melemahkan dolar, dan mata uang AS hanya dapat dilemahkan melalui politisasinya.
Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya mengatakan Moskow tidak pernah membuat keputusan untuk melepaskan dolar, tetapi justru dilarang menggunakannya oleh Washington.
Menurut pemimpin Rusia tersebut, dorongan negara-negara untuk mencari alat pembayaran alternatif, akibat "persenjataan" mata uangnya oleh Washington, tidak dapat dibalikkan melalui langkah-langkah yang lebih ketat.
Baca juga: 2 Negara Pendukung dan 12 Penentang Keras Rencana Gaza Riviera Trump
Para pemimpin BRICS telah menyatakan mereka tidak tertarik melemahkan dolar, dan mata uang AS hanya dapat dilemahkan melalui politisasinya.
Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya mengatakan Moskow tidak pernah membuat keputusan untuk melepaskan dolar, tetapi justru dilarang menggunakannya oleh Washington.
Menurut pemimpin Rusia tersebut, dorongan negara-negara untuk mencari alat pembayaran alternatif, akibat "persenjataan" mata uangnya oleh Washington, tidak dapat dibalikkan melalui langkah-langkah yang lebih ketat.
Baca juga: 2 Negara Pendukung dan 12 Penentang Keras Rencana Gaza Riviera Trump
(sya)
Lihat Juga :