2 Negara Pendukung dan 12 Penentang Keras Rencana Gaza Riviera Trump
Kamis, 10 Juli 2025 - 14:44 WIB
loading...
A
A
A
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu tidak hanya mendukung, tapi juga aktif bekerja bersama Trump dalam merumuskan kerangka waktu dan mekanisme relokasi paksa.
Ia menyatakan kesiapan Israel untuk "memfasilitasi" proses relokasi serta menjadikan Gaza sebagai zona bebas Hamas—bagian dari transformasi strategis setelah perang genosida.
Perjalanan resmi Netanyahu ke Washington menunjukkan koordinasi erat—dengan pertemuan lebih dari sekali dalam waktu singkat.
Ia menyampaikan niat menominasikan Trump untuk Nobel Perdamaian atas upaya ini, dan memperlihatkan simbol simbolik seperti mezuzah berbentuk B‑2 bomber sebagai bentuk kesepahaman visi.
Berikut ini negara-negara dan organisasi internasional yang menolak keras ide “Gaza Riviera”:
Mesir menegaskan rakyat Gaza harus tetap tinggal di daerahnya dan menolak setiap bentuk relokasi atau pengambilan alih wilayah.
Yordania menyatakan rencana itu “eksistensial” dan identitas nasionalnya terancam jika harus menerima jutaan pengungsi tambahan.
Arab Saudi “menolak dengan tegas” relokasi paksa dan mengonfirmasi tidak akan normalisasi diplomatik dengan Israel tanpa negara Palestina merdeka.
Uni Emirat Arab menyatakan “penolakan kategoris” atas pelanggaran hak-hak Palestina, mendukung solusi dua negara.
Qatar, sebagai mediator gencatan senjata, menolak ide pemindahan penduduk Gaza secara permanen, dan telah mengusulkan rekonstruksi pascakonflik yang menempatkan warga di tanah mereka sendiri.
Turki, melalui Menlu Hakan Fidan, menegaskan proposal tersebut “tidak dapat diterima” dan “sangat buruk dan absurd”.
Ia menyatakan kesiapan Israel untuk "memfasilitasi" proses relokasi serta menjadikan Gaza sebagai zona bebas Hamas—bagian dari transformasi strategis setelah perang genosida.
Perjalanan resmi Netanyahu ke Washington menunjukkan koordinasi erat—dengan pertemuan lebih dari sekali dalam waktu singkat.
Ia menyampaikan niat menominasikan Trump untuk Nobel Perdamaian atas upaya ini, dan memperlihatkan simbol simbolik seperti mezuzah berbentuk B‑2 bomber sebagai bentuk kesepahaman visi.
Negara-negara yang Menolak Keras
Berikut ini negara-negara dan organisasi internasional yang menolak keras ide “Gaza Riviera”:
1. Mesir
Mesir menegaskan rakyat Gaza harus tetap tinggal di daerahnya dan menolak setiap bentuk relokasi atau pengambilan alih wilayah.
2. Yordania
Yordania menyatakan rencana itu “eksistensial” dan identitas nasionalnya terancam jika harus menerima jutaan pengungsi tambahan.
3. Arab Saudi
Arab Saudi “menolak dengan tegas” relokasi paksa dan mengonfirmasi tidak akan normalisasi diplomatik dengan Israel tanpa negara Palestina merdeka.
4. Uni Emirat Arab
Uni Emirat Arab menyatakan “penolakan kategoris” atas pelanggaran hak-hak Palestina, mendukung solusi dua negara.
5. Qatar
Qatar, sebagai mediator gencatan senjata, menolak ide pemindahan penduduk Gaza secara permanen, dan telah mengusulkan rekonstruksi pascakonflik yang menempatkan warga di tanah mereka sendiri.
6. Turki
Turki, melalui Menlu Hakan Fidan, menegaskan proposal tersebut “tidak dapat diterima” dan “sangat buruk dan absurd”.
Lihat Juga :