Akui Kemenangan Iran, 100 Ulama Muslim Sebut Trump dan Netanyahu Musuh Tuhan

Kamis, 10 Juli 2025 - 01:55 WIB
loading...
Akui Kemenangan Iran,...
Sebanyak 100 ulama Muslim sebut Trump dan Netanyahu sebagai musuh Tuhan. Foto/X
A A A
TEHERAN - Sekelompok 100 ulama dan intelektual Muslim dari seluruh dunia telah mengeluarkan pernyataan yang menyatakan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai musuh yang memerangi Tuhan dan koruptor di muka bumi.

Mereka juga menyatakan dukungan penuh dan teguh mereka terhadap kepemimpinan yang bijaksana dan tegas dari Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Sayyid Ali Khamenei sebagai pemandu kebangkitan umat Islam dan pembawa panji-panji front kemuliaan Islam, yang dengan kehati-hatian, keberanian, dan kebijaksanaan memimpin jalan menuju kehormatan, perlawanan, dan persatuan umat Islam.

Pernyataan mereka muncul setelah pernyataan-pernyataan menghina Trump dan Netanyahu yang mengutarakan gagasan pembunuhan Ayatollah Khamenei.

Para penandatangan termasuk ulama Syiah dan Sunni dari Irak, Turki, Palestina, Pakistan, Libya, India, Australia, Kenya, Oman, Rusia, Suriah, Aljazair, Lebanon, Bangladesh, Afghanistan, Tunisia, Bahrain, AS, Sudan, Qatar, Thailand, Yaman, Mauritania, Mesir, Indonesia, Senegal, dan Yordania.

Merujuk pada ayat-ayat Al-Qur'an, para ulama menyatakan Trump, Netanyahu, dan para pemimpin rezim Israel lainnya sebagai "musuh yang memerangi Allah dan Rasul-Nya" dan "para perusak bumi" atas tindakan mereka yang menyebarkan kerusakan, pertumpahan darah, pendudukan tanah-tanah Islam, pembantaian warga Palestina yang tertindas, dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

"Menurut prinsip-prinsip hukum Islam (Syariah) yang telah ditetapkan, segala bentuk kompromi, normalisasi hubungan, atau kolaborasi dengan rezim pendudukan Zionis yang tidak sah dan kebijakan-kebijakan represif Amerika Serikat dilarang secara agama," demikian pernyataan tersebut, seraya menambahkan bahwa hal itu secara terang-terangan melanggar hak-hak rakyat Palestina dan negara-negara tertindas di kawasan tersebut.

Para ulama menyerukan kepada seluruh umat Islam dan elit intelektual dunia Islam untuk bersatu, menyatukan sikap, dan membentuk front persatuan untuk melawan konspirasi AS, Israel, dan sekutu-sekutunya.

"Saat ini, lebih dari sebelumnya, Umat Islam membutuhkan persatuan, serta solidaritas intelektual, ... agama, dan politik."

Mengakui kemenangan Republik Islam Iran yang menentukan dan menyeluruh dalam perang 12 hari yang dipaksakan oleh Israel, pernyataan tersebut menyatakan bahwa kemenangan tersebut telah membuktikan bahwa era dominasi Amerika dan Israel yang tak tertandingi telah berakhir.

Pada 13 Juni, rezim Israel melancarkan agresi ilegal terhadap Iran, yang menyebabkan terbunuhnya banyak komandan senior, ilmuwan nuklir, dan warga negara biasa.

Melansir Press TV, Iran membalas dalam waktu kurang dari 24 jam dengan rentetan rudal dan drone, dan kemudian melanjutkannya dengan serangkaian operasi balasan di bawah Janji Sejati III.

AS bergabung dalam perang pada 22 Juni, ketika pesawat pengebomnya, atas nama Israel, menyerang tiga lokasi nuklir Iran yang merupakan pelanggaran hukum internasional yang terang-terangan.

Sebagai tanggapan, Iran melancarkan serangan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, pangkalan udara militer AS terbesar di Asia Barat, sebagai tindakan membela diri.

Rezim Israel yang terkepung terpaksa menerima secara sepihak kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi AS pada 24 Juni.

Para ulama menyerukan pembentukan segera pengadilan internasional independen untuk mengadili Trump, Netanyahu, dan pejabat kriminal Israel lainnya.

Baca Juga: Zohran Mamdani, Politisi Muslim Bergaya Bollywood Guncang AS

Menurut pernyataan tersebut, isu Palestina dan Al-Quds yang suci tetap "di garis depan prioritas Umat Islam" dan perjuangan yang sah akan terus berlanjut hingga "pembebasan Palestina sepenuhnya dan pemberantasan total entitas Zionis yang ganas."

Para ulama dan pemikir Muslim tersebut berasal dari berbagai negara, termasuk Irak, Palestina, Lebanon, Pakistan, Rusia, Australia, Yordania, Bahrain, Afghanistan, Turki, dan lainnya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Meski Ada Ancaman, Kedubes...
Meski Ada Ancaman, Kedubes Iran Ucapkan Terima Kasih kepada Delegasi yang Hadiri Pemakaman Khamenei
AS Tebar Ancaman ke...
AS Tebar Ancaman ke Banyak Negara agar Tidak Kirim Delegasi ke Pemakaman Khamenei, Apakah Efektif?
Hamas dan Hizbullah...
Hamas dan Hizbullah Jadi Tamu Istimewa pada Pemakaman Khamenei
6 Fakta Perayaan Ulang...
6 Fakta Perayaan Ulang Tahun AS ke-250, Bill Clinton: Masa Depan Kita Dipertanyakan
Hadiri Pemakaman Khamenei,...
Hadiri Pemakaman Khamenei, Medvedev: Iran Atasi Cobaan dengan Bermartabat
Perusahaan Belgia Beri...
Perusahaan Belgia Beri Trump Cincin Emas dengan 321 Berlian usai Hapus Tarif
Kemlu: Dubes RI untuk...
Kemlu: Dubes RI untuk Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Aksi Nekat Melamar di...
Aksi Nekat Melamar di Puncak Gedung Empire State, Pasangan Rusia Ditangkap
Bus Penuh Penumpang...
Bus Penuh Penumpang Ngebut Masuk Jurang, 40 Orang Tewas
Rekomendasi
PM Singapura Lawrence...
PM Singapura Lawrence Wong Bertemu Presiden Prabowo Besok, Ini yang Dibahas
Wamenkomdigi Sebut 3...
Wamenkomdigi Sebut 3 dari 5 Anak Palsukan Usia untuk Akses Medsos
KM Makmur Jaya Mati...
KM Makmur Jaya Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, 150 Penumpang Dievakuasi
Berita Terkini
Meski Ada Ancaman, Kedubes...
Meski Ada Ancaman, Kedubes Iran Ucapkan Terima Kasih kepada Delegasi yang Hadiri Pemakaman Khamenei
AS Tebar Ancaman ke...
AS Tebar Ancaman ke Banyak Negara agar Tidak Kirim Delegasi ke Pemakaman Khamenei, Apakah Efektif?
Goyang Dominasi AS dan...
Goyang Dominasi AS dan Sekutunya di Asia, China dan Rusia Gelar Latihan Perang
Hamas dan Hizbullah...
Hamas dan Hizbullah Jadi Tamu Istimewa pada Pemakaman Khamenei
6 Fakta Perayaan Ulang...
6 Fakta Perayaan Ulang Tahun AS ke-250, Bill Clinton: Masa Depan Kita Dipertanyakan
Kilang Minyak dan Pangkalan...
Kilang Minyak dan Pangkalan Kapal Perang di St Petersburg Dihujani Drone Ukraina
Infografis
Mantan Panglima Militer...
Mantan Panglima Militer Israel Sebut Netanyahu Musuh Zionis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved