Putin Ungkap Rusia yang Menolong AS Merdeka dari Inggris

Senin, 07 Juli 2025 - 10:15 WIB
loading...
A A A
"Namun, segera setelah itu, perbedaan ideologi dan kepentingan mendorong kedua negara ke dalam hubungan yang lebih tegang dan kompetitif," imbuh sejarawan itu.

Sekadar diketahui, Trump dan Putin berbicara melalui telepon pada 3 Juli lalu selama sekitar satu jam. Kedua pemimpin itu berbicara tentang perang Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung, yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir meskipun Trump sesumbar saat kampanye pemilu AS bahwa dia dapat mengakhiri perang tersebut dengan cepat.

Namun, Trump menyatakan kekecewaannya setelah panggilan telepon itu, dengan mengatakan bahwa Putin tidak memiliki keinginan untuk menghentikan perang.

"Saya sangat kecewa dengan percakapan yang saya lakukan hari ini dengan Presiden Putin, karena saya rasa dia tidak ada di sana. Saya rasa dia tidak ada di sana, dan saya sangat kecewa," kata Trump kepada wartawan. "Saya hanya mengatakan, saya rasa dia tidak ingin berhenti, dan itu sangat buruk."

Rusia melancarkan serangan pesawat nirawak terhadap Ukraina beberapa jam setelah panggilan telepon itu, menurut pejabat Ukraina.

Masih belum jelas kapan putaran negosiasi berikutnya antara Rusia dan Ukraina atau Rusia dan AS akan terjadi, meskipun juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada tanggal 20 Juni bahwa Moskow berharap dapat menentukan tanggal untuk putaran ketiga perundingan dengan Kyiv dalam waktu seminggu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Iran: Israel Ingin Sabotase...
Iran: Israel Ingin Sabotase Perjanjian Damai Iran-AS
Rekomendasi
Cerita Nurma, dari Belajar...
Cerita Nurma, dari Belajar di Perpustakaan hingga Malam Kini Bisa Kuliah Gratis di UGM
Desak Beri Kompensasi...
Desak Beri Kompensasi Akibat Mati Listrik Bergilir, DPR: Jangan Tiap Masalah Rakyat Diminta Sabar
Kolombia Pecundangi...
Kolombia Pecundangi RD Kongo, Daniel Munoz Cetak Gol Penentu Kemenangan
Berita Terkini
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved