21 Bulan Invasi Israel ke Gaza, Warga Palestina: Ini Bukan Kehidupan
Sabtu, 05 Juli 2025 - 17:31 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Banjir Terjang Perkemahan Musim Panas Khusus Gadis di Texas, 24 Tewas
Mohammad Al Mughayyir, seorang pejabat dari badan pertahanan sipil Gaza, mengatakan kepada AFP bahwa sebagian besar dari 12 orang yang tewas dalam serangan hari Kamis adalah wanita dan anak-anak.
Ia juga melaporkan sejumlah besar korban luka dalam "serangan udara Israel di Sekolah Mustafa Hafez, yang menampung orang-orang terlantar, di lingkungan Al-Rimal".
Mereka termasuk di antara 25 orang yang dilaporkan oleh badan tersebut tewas oleh pasukan Israel pada Kamis pagi di wilayah Palestina, tempat Israel baru-baru ini memperluas operasi militernya.
Militer Israel yang dihubungi oleh AFP mengatakan sedang menyelidiki laporan tersebut.
Pembatasan media di Gaza dan kesulitan dalam mengakses banyak area membuat AFP tidak dapat memverifikasi secara independen jumlah korban dan rincian yang diberikan oleh pertahanan sipil.
Di Sekolah Mustafa Hafez, mural berwarna-warni di dinding di sebelah reruntuhan menunjukkan seorang anak laki-laki yang tersenyum berjalan melewati pohon dan seorang wanita di sebelah bendera Palestina.
Mohammad Al Mughayyir, seorang pejabat dari badan pertahanan sipil Gaza, mengatakan kepada AFP bahwa sebagian besar dari 12 orang yang tewas dalam serangan hari Kamis adalah wanita dan anak-anak.
Ia juga melaporkan sejumlah besar korban luka dalam "serangan udara Israel di Sekolah Mustafa Hafez, yang menampung orang-orang terlantar, di lingkungan Al-Rimal".
Mereka termasuk di antara 25 orang yang dilaporkan oleh badan tersebut tewas oleh pasukan Israel pada Kamis pagi di wilayah Palestina, tempat Israel baru-baru ini memperluas operasi militernya.
Militer Israel yang dihubungi oleh AFP mengatakan sedang menyelidiki laporan tersebut.
Pembatasan media di Gaza dan kesulitan dalam mengakses banyak area membuat AFP tidak dapat memverifikasi secara independen jumlah korban dan rincian yang diberikan oleh pertahanan sipil.
Di Sekolah Mustafa Hafez, mural berwarna-warni di dinding di sebelah reruntuhan menunjukkan seorang anak laki-laki yang tersenyum berjalan melewati pohon dan seorang wanita di sebelah bendera Palestina.
Lihat Juga :