Trump: AS Masih Berikan Senjata ke Ukraina

Jum'at, 04 Juli 2025 - 16:41 WIB
loading...
A A A
Trump telah mengkritik pemberian bantuan kepada Ukraina tanpa manfaat timbal balik, dan pemerintahannya belum menyetujui paket bantuan baru sejak ia menjabat.

Menurut Institut Kiel Jerman, AS telah mengirimkan hampir USD115 miliar dalam bentuk bantuan militer dan keuangan ke Kiev sejak konflik meningkat pada tahun 2022, meskipun Trump mengklaim jumlah sebenarnya adalah "ratusan miliar."

Washington baru-baru ini menandatangani perjanjian yang memberikan akses prioritas AS ke sumber daya mineral Ukraina, upaya yang menurut Gedung Putih akan membantu mendapatkan kembali sebagian uang pembayar pajak yang dihabiskan di bawah Biden.

Berita tentang penangguhan bantuan tersebut menuai reaksi tajam di Kiev, dengan pejabat Ukraina memanggil Kuasa Usaha AS John Ginkel untuk menguliahinya tentang "pentingnya melanjutkan pengiriman paket pertahanan yang dialokasikan sebelumnya."

Anggota parlemen Ukraina Mariana Bezuglaya bahkan menyatakan, "AS bukan lagi sekutu kami," meskipun kedua negara tidak pernah menandatangani kesepakatan apa pun terkait hal itu.

Rusia telah mengecam pengiriman senjata Barat ke Ukraina, dengan alasan hal itu hanya memperpanjang konflik dan berisiko meningkatkan eskalasi.

Pejabat Kremlin juga menuduh negara-negara Barat mendorong proksi mereka di Kiev untuk bertempur sampai Ukraina terakhir dengan harapan dapat menimbulkan kekalahan strategis bagi Rusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Johannesburg Tewaskan 12 Orang, Polisi Buru 10 Tersangka
Kecelakaan Maut Minibus...
Kecelakaan Maut Minibus Tabrak Truk, 8 Orang Tewas
Rekomendasi
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
Tepis Ada Pembagian...
Tepis Ada Pembagian Keuntungan Program MBG ke Presiden, Kepala BGN: Hoaks
Lansia 70 Tahun di PIK...
Lansia 70 Tahun di PIK Nyaris Diculik, Pelaku Kini Diburu Polisi
Berita Terkini
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved