Iran Buka Kembali Wilayah Udaranya setelah Perang dengan Israel Mereda
Jum'at, 04 Juli 2025 - 11:16 WIB
loading...
A
A
A
"Kami tidak bermaksud menyakiti mereka. Kami bermaksud membiarkan mereka menjadi negara lagi. Mereka dihajar dan, Anda tahu, mereka berdua kelelahan, terus terang saja. Namun, Iran benar-benar dihajar. Dan saya pikir mereka ingin bertemu. Maksud saya, saya tahu mereka ingin bertemu. Dan jika perlu, saya akan melakukannya," paparnya.
Trump menyampaikan pernyataan tersebut setelah percakapan teleponnya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, di mana kedua pihak membahas Iran dan Ukraina.
Di sisi lain, Departemen Keuangan AS memberlakukan sanksi pada hari Kamis terhadap jaringan yang menyelundupkan minyak Iran yang disamarkan sebagai minyak Irak dan terhadap lembaga keuangan yang dikendalikan Hizbullah.
Departemen tersebut mengatakan jaringan perusahaan yang dijalankan oleh warga negara Irak-Inggris Salim Ahmed Said telah membeli dan mengirim minyak Iran senilai miliaran dolar yang disamarkan sebagai, atau dicampur dengan, minyak Irak setidaknya sejak tahun 2020.
Sanksi tersebut merupakan sanksi pertama yang dijatuhkan terhadap Iran setelah serangan AS dan Israel terhadap fasilitas militer dan nuklir Iran.
Trump menyampaikan pernyataan tersebut setelah percakapan teleponnya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, di mana kedua pihak membahas Iran dan Ukraina.
Di sisi lain, Departemen Keuangan AS memberlakukan sanksi pada hari Kamis terhadap jaringan yang menyelundupkan minyak Iran yang disamarkan sebagai minyak Irak dan terhadap lembaga keuangan yang dikendalikan Hizbullah.
Departemen tersebut mengatakan jaringan perusahaan yang dijalankan oleh warga negara Irak-Inggris Salim Ahmed Said telah membeli dan mengirim minyak Iran senilai miliaran dolar yang disamarkan sebagai, atau dicampur dengan, minyak Irak setidaknya sejak tahun 2020.
Sanksi tersebut merupakan sanksi pertama yang dijatuhkan terhadap Iran setelah serangan AS dan Israel terhadap fasilitas militer dan nuklir Iran.
(mas)
Lihat Juga :