Baru Diangkat Putin, Jenderal Top Rusia Ini Tewas Diserang Roket HIMARS Ukraina

Jum'at, 04 Juli 2025 - 09:59 WIB
loading...
Baru Diangkat Putin,...
Mayor Jenderal Mikhail Gudkov, yang baru diangkat Presiden Vladimir Putin sebagai Wakil Kepala Angkatan Laut Rusia, telah tewas setelah diserang Ukraina dengan sistem roket canggih HIMARS pasokan AS. Foto/TVP World
A A A
MOSKOW - Mayor Jenderal Mikhail Gudkov, yang baru diangkat Presiden Vladimir Putin sebagai Wakil Kepala Angkatan Laut Rusia, telah tewas setelah diserang Ukraina dengan sistem roket canggih HIMARS pasokan Amerika Serikat (AS). Dia tewas bersama tentara lainnya dalam pertempuran di wilayah Kursk pada 2 Juli.

Media Ukraina, mengutip para blogger militer pro-Moskow, melaporkan bahwa serangan HIMARS yang mengakhiri hidup jenderal tinggi Rusia tersebut. Kini, Kementerian Pertahanan Rusia dan Gubernur Primorye, Oleg Kozhemyako, telah mengonfirmasi tewasnya Gudkov.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah mempromosikan Gudkov (42) ke jabatan barunya pada 28 Maret, menurut laporan lembaga think tank Institute for the Study of War.

Baca Juga: Teleponan dengan Trump, Putin Tolak Akhiri Perang Rusia-Ukraina

Sebelumnya, dia adalah komandan Brigade Infanteri Angkatan Laut ke-155 Armada Pasifik. "Kenangan abadi bagi sang pahlawan," tulis Kementerian Pertahanan Rusia di Telegram saat mengumumkan berita tewasnya Gudkov, Kamis (3/7/2025).

Pejabat Ukraina, yang sebelumnya mengaku bertanggung jawab atas beberapa pembunuhan yang ditargetkan terhadap komandan Rusia, tidak segera mengomentari laporan kematian jenderal tersebut. Ukraina menuduh brigade ke-155 Rusia membunuh warga sipil di pinggiran kota Kyiv pada minggu-minggu awal perang dan mengeksekusi tawanan perang.

Kementerian Pertahanan Rusia tidak memberikan banyak keterangan, hanya mengatakan bahwa Jenderal Gudkov tewas pada hari Rabu "selama operasi tempur" di wilayah Kursk yang berbatasan dengan Ukraina.

Sebuah berita kematian yang dipublikasikan di media sosial oleh asosiasi veteran marinir mengatakan empat rudal telah menghantam pusat komando brigade di desa Korenevo, sekitar 17 mil dari perbatasan, menewaskan Jenderal Gudkov dan sembilan orang lainnya, banyak dari mereka adalah perwira senior.

Pembunuhan jenderal tersebut terjadi saat pasukan Moskow telah membuat kemajuan di Ukraina timur dan pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah menghentikan pengiriman beberapa misil pencegat pertahanan udara dan senjata lainnya ke Ukraina, yang membuat Angkatan Darat Ukraina kewalahan.

Mengutip laporan New York Times, Jumat (4/7/2025), Gudkov adalah perwira Rusia berpangkat tertinggi yang tewas dalam serangan Ukraina sejak tewasnya Letnan Jenderal Yaroslav Moskalik dari Staf Umum Rusia dalam sebuah ledakan mobil pada bulan April di Moskow.

Pada akhir Maret, Putin memuji Jenderal Gudkov ketika dia mempromosikannya menjadi wakil kepala Angkatan Laut Rusia selama kunjungan presiden ke kapal selam bertenaga nuklir, dengan mengatakan bahwa "pengalamannya harus ditiru di seluruh unit lain."

Pada bulan Oktober 2023, Putin menganugerahkan Jenderal Gudkov Medali Pahlawan Federasi Rusia, sebuah bintang emas yang merupakan salah satu penghargaan militer tertinggi negara tersebut, yang mengutip keberanian, kepahlawanan, dan komandonya yang terampil sebagai pemimpin brigade ke-155.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Gawat! Delegasi Iran...
Gawat! Delegasi Iran Walk Out dari Perundingan Damai dengan AS
Rekomendasi
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan...
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan Kini Lebih Agresif
Haaland Cetak Brace,...
Haaland Cetak Brace, Norwegia Paksa Senegal Angkat Koper Lebih Cepat
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
Berita Terkini
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Infografis
Selama Gencatan Senjata...
Selama Gencatan Senjata Paskah, Rusia Diserang Ukraina 1.300 Kali
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved