Dibom Israel hingga Berkeping-keping, Dokter Marwan Al-Sultan Berjuang hingga Napas Terakhir

Kamis, 03 Juli 2025 - 07:57 WIB
loading...
Dibom Israel hingga...
Jenazah Direktur RS Indonesia di Gaza, dokter Marwan Al-Sultan dan keluarganya ditemukan hancur berkeping-keping setelah apartemen mereka dibom Israel. Foto/via Palestine Chronicle
A A A
GAZA - Direktur Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza, Dr Marwan Al-Sultan, telah meninggal bersama keluarganya setelah apartemen tempat mereka tinggal dibom militer Israel pada Rabu dini hari. Pemerintah Republik Indonesia (RI) melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) berduka.

Menurut Issam Nabhan, kepala departemen keperawatan di RS Indonesia, jenazah dokter Marwan Al-Sultan dan keluarganya tiba di Rumah Sakit Shifa dalam keadaan berkeping-keping.

"Indonesia turut berduka atas wafatnya Dr Marwan Al-Sultan, Direktur RS Indonesia di Gaza, beserta keluarganya pada tanggal 2 Juli 2025 dan mengutuk serangan Israel tersebut," tulis Kemlu RI di akun X-nya; @Kemlu_RI, Kamis (3/7/2025).

Baca Juga: Direktur RS Indonesia Marwan Al-Sultan Dibunuh Israel, Indonesia Berduka

Pejabat medis Palestina mengatakan dokter Marwan meninggal bersama istri, anak perempuan, dan saudara perempuannya, akibat serangan militer Israel di apartemen mereka.

“Kita semua berduka dan kehilangan atas wafatnya Dr Marwan Al-Sultan, Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina, beserta keluarganya hari ini,” tulis Wakil Menlu Anis Matta.

“Dr Marwan dan keluarganya bertahan hingga titik darah penghabisan, di tempat perjuangan yang telah berulang kali dibom dan dihancurkan,” imbuh dia.

“Semoga Allah SWT mencatat pahala dan syahidnya almarhum berserta keluarganya. Dan kita yang ditinggalkan mendapatkan inspirasi untuk melanjutkan dukungan kita terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina,” paparnya.

RS Indonesia merupakan fasilitas medis terbesar di utara Kota Gaza dan jalur kehidupan penting bagi warga sipil di daerah tersebut sejak dimulainya perang yang berlangsung hampir 21 bulan di wilayah tersebut.

Diaa Al-Najjar, keponakan Marwan Al-Sultan, mengatakan pamannya tidak pernah berhenti bekerja di tengah perang, bahkan untuk sesaat. Baginya, sang paman telah berjuang membela Gaza hingga napas terakhir.

"Dia terus melawan. Hingga detik terakhir, saat-saat terakhir," katanya kepada CBC News di Kota Gaza.

"Semoga Tuhan memberi kita kesabaran dan semoga Tuhan mengasihani para martir kita," ujarnya.

RS Indonesia telah dikepung pasukan Israel sejak bulan Mei, dan dievakuasi bersama dua rumah sakit utama lainnya di Gaza utara, setelah pasukan Israel memperbarui serangan mereka di wilayah tersebut. Militer Israel berdalih serangan tersebut menargetkan infrastruktur Hamas.

Hanya 20 dari 36 rumah sakit di Gaza yang berfungsi sebagian pada bulan Mei, sementara yang lain terpaksa tutup akibat kerusakan akibat serangan Israel.

Médecins Sans Frontières (MSF) dan kelompok bantuan lainnya menuduh Israel menargetkan rumah sakit dan mengutuk serangan dan penangkapan pekerja medis.

Munir Al-Barash, direktur jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, mengatakan pembunuhan dokter Marwan Al-Sultan adalah kematian terbaru dalam daftar panjang pekerja layanan kesehatan yang menjadi sasaran di Jalur Gaza.

"Dr Marwan Sultan dikepung [tentara Israel] di Rumah Sakit Indonesia.. dan dia bersikeras melanjutkan operasi dan tidak berhenti," kata Al-Barash mengatakan kepada videografer lepas CBC News Mohamed El Saife pada hari Rabu di luar RS Al-Shifa di Kota Gaza.

Lebih dari 1.500 petugas kesehatan telah tewas di Gaza sejak Oktober 2023, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Kementerian tersebut juga mengatakan jumlah korban tewas di Gaza melewati angka 57.000 pada hari Selasa hingga Rabu, setelah rumah sakit menerima 142 jenazah pada Rabu malam.

Sejak Rabu dini hari, serangan Israel menewaskan total 40 orang di seluruh Jalur Gaza, kata Kementerian Kesehatan Gaza. Pejabat rumah sakit mengatakan sedikitnya empat anak dan tujuh wanita termasuk di antara yang tewas.

Militer Israel mengeklaim sedang menyelidiki laporan tentang serangan tersebut.

Kematian terbaru di Gaza terjadi saat Hamas mengatakan sedang mempelajari apa yang disebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai proposal gencatan senjata terakhir untuk Gaza.

Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa Israel telah menyetujui persyaratan yang diperlukan untuk menyelesaikan gencatan senjata 60 hari dengan Hamas setelah apa yang dia gambarkan sebagai pertemuan yang panjang dan produktif antara perwakilannya dan pejabat Israel.

Dalam sebuah pernyataan, Hamas mengatakan sedang mempelajari tawaran gencatan senjata baru yang diterimanya dari mediator Mesir dan Qatar tetapi menekankan bahwa mereka bertujuan untuk mencapai kesepakatan yang akan memastikan berakhirnya perang dan penarikan Israel dari Gaza.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyerukan pemusnahan Hamas dalam pernyataan publik pertamanya sejak pengumuman Trump.

"Tidak akan ada Hamas. Tidak akan ada Hamastan. Kami tidak akan kembali ke masa itu. Sudah berakhir," kata Netanyahu dalam sebuah pertemuan yang diselenggarakan oleh jaringan pipa Trans-Israel.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Aturan Perjalanan Piala...
Aturan Perjalanan Piala Dunia 2026 Dinilai Tak Adil, Iran Ngadu ke FIFA
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Insiden Tutup Mulut...
Insiden Tutup Mulut di Piala Dunia 2026: Messi Kebal Kartu Merah?
Berita Terkini
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved