Pakar Ungkap Operasi GHF di Gaza Bagian dari Misi Gelap untuk Usir Warga Palestina

Rabu, 02 Juli 2025 - 13:40 WIB
loading...
Pakar Ungkap Operasi...
Warga Palestina berbondong-bondong mendatangi pusat bantuan yang didirikan Yayasan Bantuan Kemanusiaan Gaza yang dipimpin AS dan Israel di Jalan Pesisir di wilayah Sudaniya untuk menerima paket makanan di utara Kota Gaza, Gaza pada 17 Juni 2025. Foto/Saee
A A A
GAZA - Antony Loewenstein, jurnalis dan penulis The Palestine Laboratory menyatakan dorongan Israel dan Amerika Serikat (AS) untuk mengambil alih distribusi bantuan dari PBB di Gaza, melalui GHF, ditujukan untuk mengusir warga Palestina dari daerah kantong tersebut. Menurut dia, Israel sangat membenci PBB.

Ia mengatakan Israel membenci kehadiran PBB di wilayah Palestina yang diduduki karena menganggap badan dunia tersebut "melestarikan masalah Palestina".

"Itu tidak masuk akal. Masalahnya adalah ada pendudukan yang telah berlangsung selama beberapa dekade. Itulah yang melestarikan situasi, bukan PBB," tegas Loewenstein.

Ia melanjutkan dengan mencatat studi baru-baru ini yang diterbitkan di majalah Nature telah menemukan sekitar 84.000 orang telah tewas di Gaza akibat perang Israel.

"Ini adalah jumlah orang yang mengejutkan," ujar dia.

“Dan dalam lima pekan terakhir, sejak operasi bantuan ini dimulai, sudah lebih dari 600 orang tewas, dan tidak ada tanda-tanda saat ini bahwa itu akan berhenti. Dan perlu dikatakan tujuannya juga cukup jelas. Israel sekarang mengendalikan seluruh Jalur Gaza secara militer, dan warga sipil Palestina berada di sekitar 20-21 persen wilayahnya, yang berarti sebagian besar wilayah Gaza tidak memiliki warga Palestina atau sangat, sangat sedikit,” papar dia.

“Dan ketakutan yang saya miliki … adalah bahwa apa yang disebut tujuan jangka panjang di sini adalah, bagi warga Palestina yang tetap tinggal, yang menolak untuk pergi – dengan asumsi mereka diberi pilihan untuk melakukan hal lain – hidup mereka pada dasarnya akan menjadi kesengsaraan dan pengepungan yang intens selamanya, setidaknya untuk masa mendatang. Dan operasi bantuan ini adalah bagian dari misi yang sangat, sangat gelap itu,” ungkap dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Trump Tuduh China Akses...
Trump Tuduh China Akses Ilegal Data Pemilih AS
Trump Murka Asap Kebakaran...
Trump Murka Asap Kebakaran Hutan Kanada Selimuti Sebagian Besar AS: Tak Bisa Diterima!
Rekomendasi
Mikel Merino, Supersub...
Mikel Merino, Supersub yang Tak Ingin Kejar Popularitas
Peserta Penmaba Jalur...
Peserta Penmaba Jalur Disabilitas UNJ 2026 Meningkat, Ini Jurusan Favoritnya
Kebijakan Kemenhut Dinilai...
Kebijakan Kemenhut Dinilai Perkuat Posisi Indonesia dalam Konservasi Gajah Dunia
Berita Terkini
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
Teror Drone Ukraina...
Teror Drone Ukraina Kian Efektif, 8 Warga Rusia Tewas
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Infografis
3 Anggota NATO Tolak...
3 Anggota NATO Tolak Gagasan Trump untuk Mengusir Warga Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved