Kepala IAEA: Kami Tidak Tahu di Mana Uranium yang Diperkaya Iran Berada

Selasa, 01 Juli 2025 - 19:15 WIB
loading...
Kepala IAEA: Kami Tidak...
Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi. Foto/mna
A A A
NEW YORK - Lebih dari 400 kilogram uranium yang diperkaya masih belum diketahui keberadaannya di Iran setelah serangan udara Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap fasilitas nuklir utama. Pengakuan itu diungkap Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi.

Berbicara kepada CBS dalam wawancara yang ditayangkan pada hari Minggu, Grossi mengakui, “Kami tidak tahu di mana material ini berada, atau apakah sebagian darinya mungkin telah diserang selama 12 hari tersebut.”

Grossi mengatakan persediaan uranium Iran yang diperkaya hingga kemurnian 60% yang kurang dari 90% yang dibutuhkan untuk membuat senjata nuklir, secara efektif telah hilang sejak Israel dan AS melancarkan serangan terhadap negara tersebut.

“Sebagian darinya dapat dihancurkan dan sebagian dapat dipindahkan,” ungkap Grossi.

Persediaan uranium yang dimaksud diperkirakan memiliki volume sekitar 400 kg, jumlah yang dinilai IAEA secara teoritis cukup untuk menghasilkan lebih dari sembilan bom nuklir jika diperkaya hingga 90%.

Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 13 Juni, dengan klaim negara itu hampir membangun senjata nuklir, sesuatu yang telah dibantah oleh IAEA dan intelijen AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Tanggapi Surat Terbuka,...
Tanggapi Surat Terbuka, Putin Tolak Bertemu Empat Mata dengan Zelensky
Aturan Baru, Israel...
Aturan Baru, Israel Larang Wartawan Publikasikan Serangan Rudal Iran Hantam Fasilitas Militer
Rekomendasi
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Ruben Onsu Buka Suara...
Ruben Onsu Buka Suara soal Video Viral Thalia Onsu, Singgung Pengaruh Lingkungan Anak
Berita Terkini
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved