3 Tuduhan AS dan Israel ke Iran Tidak Pernah Terbukti yang Memicu Perang 12 Hari
Rabu, 02 Juli 2025 - 03:50 WIB
loading...
A
A
A
Melansir Al Jazeera, Israel secara luas diakui memiliki senjata nuklir meskipun tidak pernah mengakuinya secara terbuka.
Senjata nuklir Iran akan menghilangkan keunggulan itu dan, oleh karena itu, merupakan garis merah bagi Israel. Selama bertahun-tahun, Israel – dan khususnya Netanyahu – bersikeras bahwa Iran hampir memperoleh senjata nuklir, bahkan ketika Teheran bersikeras bahwa program nuklirnya adalah untuk tujuan damai.
Dalam upaya membenarkan serangan Israel, Netanyahu mengatakan Iran dapat memproduksi "senjata nuklir dalam waktu yang sangat singkat – bisa jadi satu tahun, atau bisa juga beberapa bulan". Seorang pejabat militer Israel yang tidak disebutkan namanya juga dikutip mengatakan Iran memiliki "cukup bahan fisi untuk 15 bom nuklir dalam beberapa hari".
IAEA juga mencatat apa yang diyakininya sebagai sejarah panjang ketidakkerjasamaan antara Iran dan para inspekturnya. Namun, tidak disebutkan bahwa Iran telah mengembangkan senjata nuklir.
Sebagai bagian dari kesepakatan tahun 2015 dengan AS, negara-negara Barat lainnya, Tiongkok, dan Rusia, Iran setuju untuk membatasi program nuklirnya dan mengizinkan IAEA untuk memeriksa fasilitasnya secara berkala sebagai imbalan atas keringanan sanksi yang melumpuhkan yang dikenakan padanya.
Senjata nuklir Iran akan menghilangkan keunggulan itu dan, oleh karena itu, merupakan garis merah bagi Israel. Selama bertahun-tahun, Israel – dan khususnya Netanyahu – bersikeras bahwa Iran hampir memperoleh senjata nuklir, bahkan ketika Teheran bersikeras bahwa program nuklirnya adalah untuk tujuan damai.
Dalam upaya membenarkan serangan Israel, Netanyahu mengatakan Iran dapat memproduksi "senjata nuklir dalam waktu yang sangat singkat – bisa jadi satu tahun, atau bisa juga beberapa bulan". Seorang pejabat militer Israel yang tidak disebutkan namanya juga dikutip mengatakan Iran memiliki "cukup bahan fisi untuk 15 bom nuklir dalam beberapa hari".
IAEA juga mencatat apa yang diyakininya sebagai sejarah panjang ketidakkerjasamaan antara Iran dan para inspekturnya. Namun, tidak disebutkan bahwa Iran telah mengembangkan senjata nuklir.
Sebagai bagian dari kesepakatan tahun 2015 dengan AS, negara-negara Barat lainnya, Tiongkok, dan Rusia, Iran setuju untuk membatasi program nuklirnya dan mengizinkan IAEA untuk memeriksa fasilitasnya secara berkala sebagai imbalan atas keringanan sanksi yang melumpuhkan yang dikenakan padanya.
Lihat Juga :