Mengapa Tak Ada Keadilan dan Perdamaian di Suriah? Ini 3 Alasannya

Rabu, 02 Juli 2025 - 04:40 WIB
loading...
Mengapa Tak Ada Keadilan...
Tak ada keadilan dan perdamaian di Suriah. Foto/X/@masonelias_
A A A
DAMASKUS - Sebuah video yang bocor tentang pembantaian di Tadamon, pinggiran kota Damaskus pada tahun 2018, diyakini sebagai bagian dari pembantaian yang lebih besar yang melibatkan hingga 288 orang.

Video mengerikan itu pertama kali menjadi berita utama global tiga tahun lalu. Dengan durasi sekitar enam menit, klip film tersebut, yang dibocorkan oleh mantan milisi yang setia kepada diktator Suriah yang digulingkan Bashar Assad, menunjukkan pembantaian sedikitnya 41 orang.

Dengan mata tertutup, mereka dibujuk, didorong, atau dipaksa masuk ke kuburan massal, di mana mereka jatuh ke mayat orang-orang yang telah terbunuh sebelumnya, sebelum ditembak sendiri.

Pembunuhan tersebut, yang difilmkan pada tahun 2013, terjadi di pinggiran kota Damaskus yang disebut Tadamon dan penduduk setempat menduga lebih banyak lagi yang mungkin telah dibunuh di sini dengan cara yang sama oleh pasukan rezim Assad. Ribuan warga Suriah masih hilang setelah perang berakhir pada akhir tahun 2024.

Awal Juni ini, pembantaian Tadamon, yang sekarang dikenal sebagai pembantaian itu, kembali menjadi berita. Komite Perdamaian Sipil Suriah — yang dibentuk untuk meredakan perpecahan masyarakat setelah kekerasan yang ditujukan kepada kaum minoritas pada bulan Maret — telah membebaskan puluhan mantan tentara rezim Assad.

Di antara mereka, seorang pria bernama Fadi Saqr, yang sebelumnya memimpin kelompok paramiliter loyalis Assad yang dikenal sebagai Pasukan Pertahanan Nasional di Tadamon. Mereka diduga bertanggung jawab atas pembantaian tersebut dalam video tersebut.

Mengapa Tak Ada Keadilan dan Perdamaian di Suriah? Ini 3 Alasannya

1. Pembebasan Demi Rekonsiliasi

Warga Suriah yang mengharapkan keadilan marah atas pembebasan Saqr dan yang lainnya, dan menyerukan protes.

Saqr mengatakan kepada New York Times bahwa ia baru ditunjuk untuk memimpin paramiliter setelah pembantaian Tadamon, dan kepala Komite Perdamaian Sipil mengatakan kepada media lokal bahwa keputusan untuk membebaskan Saqr dan yang lainnya telah dibuat demi kepentingan perdamaian dan rekonsiliasi. Saqr tampaknya berusaha membujuk mantan pendukung rezim Assad lainnya untuk mendukung pemerintahan Suriah yang baru.

"Mencapai keadilan transisi di Suriah kemungkinan akan memakan waktu lama," kata Alaa Bitar, seorang guru dari Idlib yang kehilangan saudaranya di penjara rezim Assad.

Namun, membebaskan tokoh-tokoh terkenal tersebut tanpa klarifikasi apa pun hanya akan membuat para korban kesal dan semua orang marah, katanya kepada DW.

Kontroversi tersebut telah menimbulkan pertanyaan lebih lanjut tentang proses keadilan transisi yang telah menjadi komitmen pemerintah Suriah yang baru.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepala FSB Rusia: Barat...
Kepala FSB Rusia: Barat akan Kerahkan ISIS Suriah dalam Perang Melawan Iran
Seluruh Tentara AS Hengkang...
Seluruh Tentara AS Hengkang setelah 10 Tahun Bercokol di Suriah
AS Tarik 1.000 Pasukannya...
AS Tarik 1.000 Pasukannya dari Suriah
ISIS Berupaya Bunuh...
ISIS Berupaya Bunuh Presiden Suriah al-Sharaa, 5 Kali Gagal
Pasukan AS Mundur dari...
Pasukan AS Mundur dari Pangkalan Utama Suriah, Pindah ke Yordania
4.500 Tahanan ISIS Dipindahkan...
4.500 Tahanan ISIS Dipindahkan dari Suriah ke Irak
Kaleidoskop 2025: 13...
Kaleidoskop 2025: 13 Negara yang Terlibat Perang
Putin: Rusia Siap Berkompromi...
Putin: Rusia Siap Berkompromi untuk Capai Perdamaian dengan Ukraina
Pendiri SoftBank Masayoshi...
Pendiri SoftBank Masayoshi Son Jadi Orang Terkaya di Asia, Hartanya Tembus Rp1.750 Triliun
Rekomendasi
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Berita Terkini
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved