Konser Ritual Kematian Warga Singapura Ditayangkan Online
Rabu, 09 September 2020 - 10:25 WIB
loading...
A
A
A
“Setiap tahun, kami selalu memiliki perasaan yang sama ketika Festival Hantu Kelaparan tiba, semuanya merasa senang. Namun, tahun ini saya pribadi merasa hampa. Saya tidak dapat merasakan rasa istimewa yang biasa saya rasakan ketika akan menyambut festival ini di Singapura,” kata Sam Loo yang sudah 37 tahun memeriahkan konser getai.
Antusias warga lokal untuk menyaksikan konser getai juga tidak menurun dan masih tinggi. Konser online getai sedikitnya menarik ratusan ribu penonton. Pendiri firma yang menyusun konser getai, Aaron Tan, berharap kenaikan jumlah penonton secara virtual dapat tumpah ke lapangan dalam pertunjukan langsung ketika situasi kembali normal. (Lihat videonya: Kesultanan Buton yag Tidak Pernah Dijajah Negara Eropa)
Menjelang konser, jamaah kuil telah menyembah patung dewa dan menawarkan makanan dan minuman, mulai bir Guinness hingga Martell Cordon Bleu. Berdandan secara mencolok, para penyanyi juga mulai melantunkan berbagai lagu dengan dialek Hokkien, dialek diaspora asal China yang tinggal di Asia Tenggara. Para komedian juga mulai beraksi dan menggelitik para penonton. (Muh Shamil)
Antusias warga lokal untuk menyaksikan konser getai juga tidak menurun dan masih tinggi. Konser online getai sedikitnya menarik ratusan ribu penonton. Pendiri firma yang menyusun konser getai, Aaron Tan, berharap kenaikan jumlah penonton secara virtual dapat tumpah ke lapangan dalam pertunjukan langsung ketika situasi kembali normal. (Lihat videonya: Kesultanan Buton yag Tidak Pernah Dijajah Negara Eropa)
Menjelang konser, jamaah kuil telah menyembah patung dewa dan menawarkan makanan dan minuman, mulai bir Guinness hingga Martell Cordon Bleu. Berdandan secara mencolok, para penyanyi juga mulai melantunkan berbagai lagu dengan dialek Hokkien, dialek diaspora asal China yang tinggal di Asia Tenggara. Para komedian juga mulai beraksi dan menggelitik para penonton. (Muh Shamil)
(ysw)
Lihat Juga :