Putin Bilang Rusia Siap Berunding Damai Ketiga Kalinya dengan Ukraina

Minggu, 29 Juni 2025 - 10:44 WIB
loading...
A A A
Jenderal Syrskyi mengatakan pertahanan yang berhasil di wilayah Sumy telah mencegah Rusia mengerahkan kembali sekitar 50.000 tentara, termasuk brigade udara dan laut elite, ke bagian lain dari garis depan.

Ukraina menggunakan tindakan balasan baru terhadap eskalasi serangan rudal dan pesawat nirawak gabungan Rusia, kata para pejabat Kyiv. Alih-alih mengandalkan tim bergerak berbasis darat untuk menembak jatuh pesawat nirawak Shahed, Ukraina mengerahkan pesawat nirawak pencegat yang telah dikembangkannya.

Moskow belum mengomentari klaim Kyiv. Sebelum ini, pasukan Rusia telah membuat kemajuan yang lambat dan mahal di sepanjang bagian dari garis depan sekitar 1.000 kilometer, menembaki wilayah Sumy dengan beberapa serangan yang menewaskan warga sipil dan menghancurkan bangunan.

Pihak berwenang Ukraina mengatakan pasukan mereka yang kalah jumlah sangat bergantung pada pesawat nirawak untuk menahan pasukan Rusia, tepat saat upaya internasional yang dipimpin AS untuk menengahi gencatan senjata terus berlanjut.

Pembicaraan selama berbulan-bulan itu gagal, dengan satu-satunya hasil nyata adalah kesepakatan untuk melakukan serangkaian pertukaran tawanan perang.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Bukan Akhir dari Konflik,...
Bukan Akhir dari Konflik, MoU Perjanjian Damai AS-Iran Hanya Redakan Ketegangan
Rekomendasi
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
4 Upaya Penyelundupan...
4 Upaya Penyelundupan Narkoba ke Lapas dan Rutan Salemba Digagalkan, Disembunyikan di Organ Intim hingga Botol Obat
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
Berita Terkini
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved