Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Rabu, 09 September 2020 - 09:49 WIB
loading...
A
A
A
Biden yang melakukan kampanye di Pennsylvania juga mengaku sakit hati dan kecewa dengan ucapan Trump. Pasalnya, anak Biden, Beau Biden, yang ikut dalam operasi militer bersama Delaware National Guard di Irak juga gugur akibat kanker otak pada 2015. “Beau bukan orang bodoh atau pengecut. Dia mengabdi dengan gagah berani,” kata Biden. (Baca juga: Kemendikbud Khawatir Banyak Anak Putus Sekolah Akibat Covid-19)
Biden menambahkan ucapan Trump memuakkan, menjijikan, tercela, tidak Amerika, dan terkutuk. Sebagai sinkronisasi dari bantahannya, Trump mencerca Kepala Staf Gedung Putih John F. Kelly, pensiunan jenderal marinir bintang empat, karena dianggap tidak berhati-hati saat berbicara di hadapan media massa. Dia menilai Kelly tidak menyelesaikan tugasnya dengan baik dalam beberapa bulan terakhir.
Seperti dilansir New York Times, sejumlah anggota militer, baik yang masih aktif ataupun pensiun, tidak dapat mengonfirmasi laporan The Atlantic. Namun, mereka tak membantah Trump menolak mendukung pemakaman resmi dan penurunan bendera saat Senator John McCain, veteran Perang Vietnam, meninggal. Trump juga mengkritik warga AS yang masuk militer demi uang.
Dengan adanya isu tersebut, persaingan antara Trump dan Biden kian ketat pekan ini atau sekitar 60 hari sebelum Pilpres pada 3 November mendatang. Jajak pendapat terbaru yang dikeluarkan The Military Times menunjukkan Biden lebih unggul dari Trump dengan perolehan dukungan 41% berbanding 37% di antara anggota militer. Itu merupakan tanda yang buruk bagi Trump.
Isu lain seperti wabah virus korona Covid-19 dan kerusuhan akibat rasisme dan kebrutalan polisi juga banyak diangkat Biden. Dia berupaya mengungguli Trump dengan merangkul kelas buruh dan pemimpin yang tidak menyukai tindak kekerasan. Saat ini, Trump mulai mundur dan berupaya tampil lebih lembut dalam menyikap demonstrasi. (Baca juga: Mengenal Penyakit Batu Empedu Sejak Dini)
Biden telah bertemu dengan para pemimpin buruh di Harrisburg, Pennsylvania, dan berkomunikasi secara virtual dengan kepala federasi ikatan buruh terbesar di AS AFL-CIO, Richard Trumka. Sebelumnya, dia juga bertemu dan menerima banyak pertanyaan dari para buruh dan anggota AFL-CIO yang pernah mengabdi di kemiliteran. Dia mengaku akan melakukan yang terbaik.
Biden menambahkan ucapan Trump memuakkan, menjijikan, tercela, tidak Amerika, dan terkutuk. Sebagai sinkronisasi dari bantahannya, Trump mencerca Kepala Staf Gedung Putih John F. Kelly, pensiunan jenderal marinir bintang empat, karena dianggap tidak berhati-hati saat berbicara di hadapan media massa. Dia menilai Kelly tidak menyelesaikan tugasnya dengan baik dalam beberapa bulan terakhir.
Seperti dilansir New York Times, sejumlah anggota militer, baik yang masih aktif ataupun pensiun, tidak dapat mengonfirmasi laporan The Atlantic. Namun, mereka tak membantah Trump menolak mendukung pemakaman resmi dan penurunan bendera saat Senator John McCain, veteran Perang Vietnam, meninggal. Trump juga mengkritik warga AS yang masuk militer demi uang.
Dengan adanya isu tersebut, persaingan antara Trump dan Biden kian ketat pekan ini atau sekitar 60 hari sebelum Pilpres pada 3 November mendatang. Jajak pendapat terbaru yang dikeluarkan The Military Times menunjukkan Biden lebih unggul dari Trump dengan perolehan dukungan 41% berbanding 37% di antara anggota militer. Itu merupakan tanda yang buruk bagi Trump.
Isu lain seperti wabah virus korona Covid-19 dan kerusuhan akibat rasisme dan kebrutalan polisi juga banyak diangkat Biden. Dia berupaya mengungguli Trump dengan merangkul kelas buruh dan pemimpin yang tidak menyukai tindak kekerasan. Saat ini, Trump mulai mundur dan berupaya tampil lebih lembut dalam menyikap demonstrasi. (Baca juga: Mengenal Penyakit Batu Empedu Sejak Dini)
Biden telah bertemu dengan para pemimpin buruh di Harrisburg, Pennsylvania, dan berkomunikasi secara virtual dengan kepala federasi ikatan buruh terbesar di AS AFL-CIO, Richard Trumka. Sebelumnya, dia juga bertemu dan menerima banyak pertanyaan dari para buruh dan anggota AFL-CIO yang pernah mengabdi di kemiliteran. Dia mengaku akan melakukan yang terbaik.
Lihat Juga :